Senin, 28 Mei 2012 | 06:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Manny Pacquiao Mulai Dilirik AS, Indonesia Kapan?
Headline
Manny Pacquiao - istimewa
Oleh: Boy Leonard
web - Kamis, 11 Maret 2010 | 15:57 WIB
INILAH.COM, Dallas - Tiga hari jelang megaduel Manny Pacquiao dengan Joshua Clottey, tiket hampir ludes terjual. Dari 45.000 tiket yang tersedia untuk laga yang digelar di Stadion Dallas Cowboys, Texas, AS itu, hanya 300 tersisa. Kapan petinju Tanah Air melakukan gebrakan serupa.
Larisnya tiket pertarungan kelas Welter WBO yang akan digelar pada Minggu (14/3) pagi tentu disebabkan nama besar Pacquiao. Menakjubkan, karena sebelumnya, meski mencatat sejarah sebagai satu-satunya petinju yang mampu merebut gelar di tujuh kelas berbeda, nama petinju asal Filipina itu hanya dikenal segelintir orang yang benar-benar penggemar berat olah raga adu jotos saja.
Melejitnya nama Pacquiao, khususnya di Amerika Serikat, tentu tak lepas dari kontroversinya dengan petinju asal Paman Sam, Floyd Mayweather Jr. Laga yang sejatinya dijadwalkan untuk melawan Mayweather ini batal karena Pac Man menolak sistem tes kesehatan yang diajukan kubu Mayweather.
Mayweather ingin dilakukan tes darah acak hingga 14 hari sebelum pertandingan, sementara Pacquiao hanya mau diambil darahnya paling dekat 24 hari jelang pertandingan. Menurut Pacquiao, pengambilan darah bisa mempengaruhi staminanya.
Mayweather, yang merasa sudah berkompromi (sebelumnya ia mengajukan syarat hingga sehari sebelum pertandingan) geram dan mulai melontarkan tuduhan tak berdasar. Pacquiao takut karena ia menggunakan steroid. Filipina adalah penghasil steroid terbaik, demikian komentar Mayweather saat itu, yang justru menjadi blunder karena simpati publik tinju justru beralih kepada Pacquiao.
Lawan Pacquiao memang bukan Mayweather. Padahal minat penonton pasti lebih besar jika melawan Mayweather sehingga Stadion Dallas Cowboys tidak hanya diisi 44.700 penonton yang sudah membeli tiket tetapi bisa lebih banyak sesuai kapasitasnya yakni 80-100 ribu penonton untuk satu kali pertarungan.
Meski bukan petinju yang bisa diremehkan, prestasi lawan Pacquiao yakni Joshua Clottey tak terlalu cemerlang. Rekornya, dari 39 kali bertarung, Clottey memenangkan 35 laga (20 KO), dan 3 kali kalah. Namun demikian, satu-satunya yang bisa diperhitungkan adalah gelar kelas Welter IBF yang ia rebut dari Zab Judah Desember 2008 lalu.
Pacquiao memang berhasil menarik perhatian publik Amerika Serikat, pusat tinju profesional dunia. Masyarakat Asia boleh sedikit berbangga dengan hal tersebut. Namun alangkah lebih bangganya seandainya petinju andalan Indonesia, Chris John, juga mampu melakukan hal serupa.
Dari segi prestasi, The Dragon tak kalah mentereng. Gelar Super Champion kelas bulu disandangnya sebagai pengakuan setelah berhasil mempertahankan gelar kelas bulu WBA sebanyak sepuluh kali berturut-turut. Dari 45 laga yang dilakoninya, 43 berakhir dengan kemenangan, dan tak sekalipun terkalahkan.
Kurangnya dukungan untuk go international, terutama dari sisi finansial, membuat karirnya hanya terbatas di kalangan Asia saja. Begitu juga dengan keengganan Chris naik kelas, karena hingga saat ini, kelas bulu hampir selalu menjadi kelas nomor dua.
Kesempatan sebenarnya datang setelah Chris John mengalahkan petinju asal Texas, Rocky Juarez, di Las Vegas pada percobaan kedua. Bob Arum mulai meliriknya untuk dijadikan lawan petinju-petinju andalan promotor ternama di AS itu.
Yang menjadi masalah, kesempatan itu datang di saat usianya mulai senja untuk seorang petinju. 'Sang Naga' juga sudah mengumumkan rencananya untuk pensiun dalam waktu yang tak lama lagi. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.