INILAH.COM, Makassar- Sehari setelah didamaikan mantan Wapres Jusuf Kalla, kota Makassar bergolak lagi. Kamis (11/3), aksi demon mahasiswa kembali terjadi.
Kali ini, aksi dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Hasanuddin dan Politeknik Negeri Makassar. Mereka tergabung dalam Front Makassar.
Sebelum beraksi, mereka berkumpul di kampus masing-masing, lalu bergerak sampai di depan kantor Bank Indonesia di Jl Jenderal Sudirman.
Mahasiswa ini menyebarkan pernyataan sikap dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Bugis.
Dalam aksi itu mahasiswa mendesak penuntasan skandal Bank Century dan menuntut turun rezim SBY-Boediono.
Mursal, koordinator lapangan aksi mahasiswa menilai SBY-Boediono saat ini mencoba memperlambat pengusutan kasus Bank Century.
Aksi serupa berlangsung di depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) di Jl Alauddin. Mahasiswa yang tergabung dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UIN menggelar aksi dengan memalang jalan.
Sebuah mobil tangki milik PT Pertamina berisi 16 ribu liter premium disandera dan melintang di tengah jalan. Lambung mobil tangki kemudian dijadikan panggung orasi.
Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN), Dr Qasim Mattar yang sengaja keluar menemui mahasiswanya tidak digubris oleh mahasiswa.
''Tidak apa kalian berunjuk rasa setiap hari asalkan tidak mengganggu masyarakat dengan cara memalang jalan seperti ini. Tapi kalau setiap hari kalian seperti ini maka justru kalian akan tidak mendapat simpati dari masyarakat,'' kata Qasim Matta dengan nada sedikit tinggi.
Meski ditegur, mahasiswa tidak peduli. Bahkan mahasiswa tetap melanjutkan aksinya. Di sekitar lokasi unjuk rasa mahasiswa ini, tidak terlihat seorang pun polisi khususnya polisi lalu lintas.
Yang terlihat hanya sebagian kecil aparat keamanan berpakaian preman.[ika/ims]