Senin, 28 Mei 2012 | 23:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jakarta Jadi Target Utama
Sasaran Teroris: Tokoh Elit
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Herdi Sahrasad
web - Kamis, 11 Maret 2010 | 19:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Aksi terorisme terus berlangsung melalui sel-sel-jaringan dan kelompok yang relatif otonom. Masing-masing grup atau sel itu umumnya menjadikan Jakarta dan para pemimpin nasional sebagai target.
Kelompok teroris di Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam dan kelompok di Pamulang, Tangerang Selatan, jelas menjadikan Jakarta sebagai target utama serangan. Terutama terhadap pemimpin nasional dan elite politik sebagai sasaran.
Serangan mereka ditujukan untuk para elite nasional. Ibukota menjadi target utama karena para teroris itu dendam atas kematian Imam Samudera Cs, papar Al Chaidar, pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh.
Jakarta dan Bali menjadi sasaran utama yang memiliki daya kejut sangat besar jika mendapat serangan bom. Al Chaidar menilai, kelompok-kelompok teroris saat ini memiliki strategi berbeda dari sebelumnya yang umumnya membidik sasaran besar seperti perhotelan dan tempat hiburan.
Target sepert itu dianggap kurang seksi lagi. Sekarang, para pemimpin nasional atau internasional, lebih bergengsi dan mengejutkan dunia, imbuhnya. Kini sasaran mereka jelas, yakni kaum elite, yang terlihat dari jenis persenjataan yang dimilikinya.
Para teroris ini juga lebih mengutamakan pelatihan militer yang dilakukan di tempat tersembunyi, menggunakan senjata perorangan, dan menyiapkan penembak jitu untuk menyerang anggota polisi.
Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Muhammad Farouk, melihat sasaran teroris kali ini memang telah berubah. Bukan lagi sasaran besar yang tak terarah sehingga menimbulkan banyak korban jiwa seperti pengeboman tempat umum. Dari jenis persenjataan yang dimiliki kelompok Aceh dan Pamulang ini, lebih modern ketimbang kelompok sebelumnya.
Para teroris kali ini ingin memperbaiki citranya. Oleh karena itu, sasaran mereka kini ditujukan kepada perorangan dan elite, tandasnya.
Al Chaedar kembali menegaskan, polisi termasuk dalam target besar mereka karena menjadi lawan yang selalu melakukan penangkapan. Padahal, mereka tidak menginginkan polisi sebagai lawan. Sebenarnya, kelompok ini mengharapkan militer yang menjadi lawan besar mereka selain orang asing, imbuh Al Chaidar. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.