INILAH.COM, Jakarta - Bank UOB Buana mempertahankan bunga rata-rata sekitar 11-12% tahun 2010 dari 14-15% tahun 2009. Serta menjaga agar NPL tetap berada di posisi 2 persen.
Managing Director UOB Buana, Madi D. Lazuardi mengungkapkan, NPL yang stabil menggenjot kredit komersial banking bisa tumbuh Rp3 triliun menjadi Rp18,5 triliun di 2010 dari Rp15,5 triliun pada 2009. Comercial banking dikontribusikan dari ritel dan SMI serta komersial.
Biasanya kredit ini untuk modal kerja para usaha yang kebanyakan dari mereka terdapat di Kalimantan dan Sumatera, kata Madi pada acara peluncuran kartu kredit di Jakarta, Kamis (11/3).
Per 31 Desember 2009, UOB Buana berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp623,19 miliar atau meningkat 33,54 persen dibandingkan laba sebelum pajak pada 2008. Hal ini seiring dengan peningkatan pendapatan bunga dan pendapatan operasional. Dana pihak ketiga pun naik Rp550,75 miliar menjadi Rp16,85 triliun. Dengan NPL net berada pada level 1,97%.
Lembaga peringkat internasional Fitch Rating memberikan peringkat AA+ untuk nasional jangka panjang dengan prospek stabil. [san/hid]