INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menilai persoalan kehutanan akan menjadi masalah bagi pengembangan panas bumi di Indonesia.
"Pengembangan geothermal tengah hadapi persoalan pelarangan penggunaan kawasan hutang lindung. Ini sangat sulit, apalagi pengembangan WKP memerlukan kawasan hutan tetapi karena di kawasan hutan investor sulit mengembangkan WKP nya. Makanya perlu sinergi untuk pengembangan geothermal," ungkap Suryadharma di Jakarta, Kamis (11/3).
Menurut Suryadharma, sebenarnya banyak kawasan-kawasan pengembangan geothermal tidak mempengaruhi ekosistem hutan, bahkan banyak lapangan yang ditingkatkan karena lebih tertata dan lebih baik.
Ia mencontohkan, pengembangan panas bumi di Kamojang dan Darajat yang ke dua-duanya wilayah cagar alam lebih hijau dibandingkan pada tahun 2000. "Nah ketika kita potret pada tahun 2000 dari udara dengan potret yang sekarang, ternyata lebih hijau kawasan sekarang dari pada tahun 2000. Tetapi kalau kita potret di luar kawasan yang dikelola geothermal itu ternyata pengurangan kawasan hutan itu lebih signifikan," tuturnya. [hid]