INILAH.COM, Jakarta Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta mengaku prihatin dengan pernyataan Abdurrahman Wahid bahwa dia sebagai penyebab utama terjadinya konflik di kubuh PKB. Menurutnya, tak sepantasnya seorang mantan Presiden berbicara seperti itu.
"Saya sedih ada orang yang saya hormati. Kiai, mantan Presiden, kok suka memfitnah," kata Andi usai acara launching buku Panduan Praktis Memahami Perancangan Peraturan Daerah, di Graha Pengayoman, Depkum HAM, Senin (21/7).
Namun, Andi enggan mengomentari lebih jauh mengenai pernyataan tersebut. Ia juga tak mengatakan apakah akan menempuh jalur hukum atau tidak atas pernyataan yang menyudutkannya itu. "Saya berdoa saja pada Tuhan, mudah-mudahan dia diberi jalan terbaik," tandasnya.
Seperti diketahui, Sabtu (19/7) lalu, mantan Ketua Umum PBNU yang akrab disapa Gus Dur itu menuding Andi Mattalata sebagai biang kerok perpecahan di tubuh PKB. "Andi Matalatta harus diganti, karena dia yang bikin peraturan. Dia biang kerok semua ini," ucapnya di Teater Utan Kayu, Jakarta. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !