Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Smartphone yang Potensial di Segmen C dan D
Headline
istimewa
Oleh:
web - Kamis, 11 Maret 2010 | 18:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Maraknya jejaring sosial dinilai harus diikuti penambahan pasokan smartphone. Saat ini pasar ponsel yang terbuka untuk diakuisisi adalah segmen C dan D.

"Masyarakat sedang gemar berkomunikasi di jejaring sosial termasuk instant messaging, namun harus dibarengi pasokan ponsel canggih dengan harga murah," kata Praktisi Telematika Bayu Samudiyo, di Jakarta, Kamis.

Menurut Bayu, untuk memenuhi kebutuhan akan layanan askes komunikasi terutama yang bersifat komunitas tersebut, operator bisa menawarkan layanan satu paket dengan smartphone.

"Program ini bisa efektif mendongrak jumlah pelanggan operator," tegas Bayu.

Menurut Bayu, pasar telekomunikasi Indonesia cukup unik karena selalu mengikuti tren gaya hidup.

"Saat ini pasar ponsel yang terbuka untuk diakuisisi adalah segmen C dan D, atau konsumen yang selalu ingin mengikuti kelas menengah atas yang sekarang demam BlackBerry," katanya.

Jika pelanggan tipikal C dan D ini dipasok ponsel canggih namun harga murah maka diproyeksikan pelanggan operator cepat terdongkrak.

Menurut lembaga riset International Data Corporation (IDC) pangsa pasar penjualan ponsel cerdas di tanah air pada 2009 diprediksi meningkat menjadi 10 persen, dan 13 persen pada 2013.

Jika pada akhir tahun 2009 total penjualan ponsel di Indonesia mencapai sekitar 25 juta unit, maka pada tahun 2010 Asosiasi Importir Seluler Indonesia (AISI) memproyeksikan pertumbuhan 20-22 persen.

Secara terpisah, Deputy Commerce Telkom Flexi, Judi Achmadi mengakui lebih mudah meningkatkan pelanggan dengan menawarkan ponsel mirip fitur layanan BlackBerry.

"Bulan depan kami akan bikin kejutan di pasar dengan produk baru yang mirip iPhone tetapi harganya ramah di kantong," kata Judi.

Dijelaskannya, selama ini Flexi sudah menawarkan produk yang tepat untuk pasar menengah bawah.

Hal itu bisa dilihat dari ponsel chatting dengan harga sekitar Rp200 ribu, dan terjual 110 ribu unit hanya dalam waktu dua bulan saja.

"Ponsel dan layanan yang kami tawarkan sudah tepat. Di sisi pelanggan tidak memberatkan kantong, di sisi perusahaan bisa menjaga profitabilitas," ujarnya.

Berdasarkan catatan, untuk Instant messaging Flexi menawarkan gratis selama satu bulan pertama dan selanjutnya dikenakan biaya Rp2 ribu per minggu.Pengakses jejaring sosial hanya dikenakan biaya Rp1 ribu per minggu.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.