INILAH.COM, Jakarta - Kecerdasan emosional para pegawai Bank Indonesia (BI) dinilai tidak secemerlang kecerdasan intelektualnya.
"Kalau dari sisi kapasitas otak gak ada masalah, mereka pintar-pintar cuma dari sisi moral mungkin perlu diperbaiki," ujar Kepala Ekonomi Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, saat ditemui di Gedung Kementrian Keuangan, Jakarta, Kamis (11/3).
Purbaya mengatakan, BI perlu melakukan pergantian pegawai untuk memperketat sistem pengawasan yang ada. "Kalau kita lihat Sidang Pansus kemarin banyak sekali temuan kelemahan-kelemahan pengawasan BI. Saya pikir orang-orangnya musti dirotasi. Yang jelek diganti dengan yang baik," jelasnya.
Selain itu, Purbaya menyatakan, perbaikan moral dalam tubuh BI lebih mudah dibandingkan membuat sistem baru yang belum teruji keefektifannya. "Itu (perbaikan moral) bukan sesuatu yang tidak dapat diperbaiki. Itu lebih gampang ketimbang kita bikin sistem yang baru dimana semuanya baru belajar. Karena kalau fungsi pengawasan dipisah maka reaksinya atas kebijakannya bisa lambat, berbeda halnya jika digabung dengan bank central," paparnya.
Sementara itu, pengamat ekonomi Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan, mengatakan hal yang berbeda. Menurutnya, pengawasan BI saat ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau dibilang peran pengawasan BI gagal, pada tahun '97-'98 betul, karena banyak sekali bank yang melanggar peraturan BI. Tapi kalau dibilang tahun 2008-2009 banyak bank yang melanggar, itu tidak betul, terbukti sistem keuangan Indonesia bisa dibilang sehat. Yang pasti jauh lebih sehat dibanding Amerika dan Eropa," jelasnya. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !