INILAH.COM, Jakarta - Kegiatan masyarakat yang melibatkan keramaian publik di wilayah Jakarta, akan dibatasi selama latihan gabungan penanggulangan teror antara dan Polri, yang dimulai hari ini sampai Sabtu (13/3).
"Mana ada larangan-larangan, kecuali ada acara yang mendatangkan kerumuan dan mengarah pada kekerasan atau konflik. Contohnya, kalau ada pertemuan suporter sepak bola yang berpotensi ribut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/3).
Kegiatan publik yang digelar di kawasan Senayan pada Sabtu (13/3), dikabarkan dibatalkan perizinannya oleh Polda Metro, dengan alasan adanya latihan gabungan tersebut.
Acara yang dibatalkan itu berupa acara musik The Noise of Unity, sedangkan acara Islamic Book Fair yang sudah berlangsung sejak (5/3) pekan lalu, tetap diizinkan penyelenggaraannya sampai jadwal yang ditetapkan.
"Islamic Book Fair tetap bisa berlangsung sampai hari Minggu (14/3)," jelas Boy.
Begitu juga pada saat kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama, kata Boy, penyelenggaraan kegiatan publik akan dibatasi. Namun pihaknya tidak dalam artian melarang seluruh kegiatan publik selama kedatangan Obama ke Indonesia, termasuk aksi demonstrasi massa.
"Unjuk rasa damai boleh, unjuk rasa anarki nggak boleh," imbuhnya.
Obama dijadwalkan akan berkunjung ke Jakarta dan Bali, selama 3 hari (20-22/3). Jelang kedatangan presiden negara adi daya itu, pemerintah Indonesia menyiapkan rangkaian pengamanan yang dilakukan oleh TNI-Polri. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !