inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Polri Telusuri Bom Rakitan Dulmatin

Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh:
Kamis, 11 Maret 2010 | 17:55 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Ito Sumardi mengatakan, Polri terus mencari bom yang diduga telah dirakit Dulmatin dan kelompoknya sebelum penggrebekan pada Selasa kemarin.

"Bom itu diduga telah dirangkai karena polisi menemukan rangkaian pemicu bom yang bisa dikendalikan dari jarak jauh (remote control). Kami sedang mencari dimana bahan peledak atau bomnya karena kemarin pemicunya sudah ditemukan," tutur Ito di Jakarta, Kamis (11/3).

Ia mengatakan, Polri akan mencari bahan peledak dan bom dari kelompok Dulmatin karena diduga memiliki efek ledakan yang lebih besar. Dulmatin bersama Ali Imran, terpidana seumur hidup bom Bali 2002 dan Dr Azahari (tewas tertembak di Batu, Jawa Timur, 2005) merakit bom Bali 2002 yang mengakibatkan 202 orang tewas dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Terkait dengan adanya senjata api yang dimiliki kelompok ini, Ito menuturkan, Polri telah menyita tujuh senjata api jenis revolver, pistol jenis FN, AK 47 dan M16. "Jumlah senjata yang dimiliki mereka bisa saja lebih banyak lagi. Para tersangka yang tertangkap tidak mau buka mulut soal asal senjata itu," katanya.

Ito mengungkapkan, senjata itu diduga berasal dari luar negeri dan diselundupkan dengan bentuk komponen-komponen kecil. "Senjata kan bisa dirakit di sini. Asal-usul senjata bisa dari mana saja. Ini juga yang sedang kita cari dari mana mereka mendapatkan senjata," terangnya.

Menurut dia, polisi juga mencari asal sekitar 7.000 butir peluru yang juga disita. Peluru-peluru itu diduga berasal dari luar, namun ada juga yang berasal dari dalam negeri.

"Banyak peluru yang kelihatannya sudah tua dan bekas dipendam lama di dalam tanah. Bisa saja ini peluru yang diperoleh dari sisa konflik di Aceh. Peluru itu bisa dari mana saja," ujarnya.

Ito menjelaskan, kelompok Dulmatin yang berlatih kemiliteran di Aceh tidak punya pelatih secara khusus. Tapi pelatih berasal dari kalangan mereka sendiri. "Berlatihnya dengan cara berbagi pengalaman. Sebagian dari mereka kan pernah menjadi sukarelawan dan mendapatkan latihan militer di Philipina dan Afghanistan," tuturnya. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.