INILAH.COM, Jakarta Penguatan tipis indeks saham, gagal mengangkat rupiah di pasar uang. Pelaku pasar dan korporasi membeli dolar AS ketika mata uang RI itu mendekati level psikologisnya.Kurs rupiah

di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (11/3) melemah 35 poin (0,381%) terhadap dolar AS menjadi 9.200/9.210, ketimbang posisi kemarin di level 9.165/9.175. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah melemah 20 poin (0,21%) menjadi 9.195 per dolar AS.
Frans Darwin Sinurat,
Head of Foreign Exchange Department Bank Mutiara mengatakan, pelemahan rupiah hari ini terjadi akibat pergerakan mata uang RI yang mendekati level psikologis di 9.125 per dolar AS. Karena itu, rupiah hari ini ditutup melemah ke level 9.200 dan sepanjang perdagangan terkoreksi ke level 9.205, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (11/3).
Menurutnya, pelaku pasar melihat rupiah tidak akan menguat lebih jauh menembus level psikologisnya ke bawah 9.125. Hal ini menyebabkan permintaan dolar AS meningkat. Apalagi aksi beli dolar juga dilakukan oleh sebagian pelaku pasar dan korporasi yang tidak membutuhkan mata uang AS itu. Pelaku pasar saat ini mengambil posisi
long dollar. Hal ini membuat mata uang RI tertekan, ujarnya.
Darwin memaparkan, secara regional investor asing masih memicu derasnya aliran
capital inflow ke pasar domestik. Terbukti dari penguatan indeks saham meski tidak signifikan. IHSG
^JKSE hanya menguat 6,30 poin (0,24%) menjadi 2.676,52.
Dari sisi ini, imbuhnya, rupiah seharusnya melanjutkan penguatan lebih tinggi. Namun, secara historis, ketika rupiah menyentuh level psikologisnya, selalu ada koreksi terlebih dulu. Hal ini untuk memastikan penguatan lebih jauh, ujarnya.
Masuknya dana dari luar masih dipicu rilisnya beberapa data AS yang menunjukkan angka positif. Data pengangguran di AS sudah kembali ke level 9,7% yang
notabene merupakan angka sebelum krisis 2008 lalu.
Risk appetite pasar pun tumbuh. Pasar berani menempatkan dananya di
emerging market termasuk Indonesia.
Menguatnya ekspektasi pemulihan ekonomi membuat orang berani mengambil risiko, dengan tingkat
return yang lebih tinggi, paparnya.
Tapi, dolar AS terhadap mata uang utama masih stabil. Sebab, orang masih
wait and see atas kondisi perkonomian Yunani. Karena itu, dolar AS masih stabil di level US$1,3460 per euro, pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.378 terhadap dolar Australia, di angka 12.528 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 6.565 terhadap dolar Singapura. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS.
Hanya empat mata uang yang menguat. Yen Jepang naik 0,02% menjadi 90.490, dolar New Zealand terangkat 0,26% ke level 0.700, dolar Singapura terapresiasi 0,02% ke angka 1.398, dan ringgit Malaysia terdongkrak 0,03% terhadap dolar AS ke posisi 3.319. Selebihnya, mata uang kawasan melemah.
Dolar Hong Kong tergerus 0,01% menjadi 7.759, dolar Australia turun 0,10% ke level 0.916, dolar Taiwan melandai 0,13% ke angka 31.785, won Korsel terkoreksi 0,22% ke posisi 1.133, peso Filipina terdepresiasi 0,14% menjadi 45.718, rupee India terkikis 0,42% ke level 45.555, yuan China susut 0,008% ke angka 6.826, dan baht Thailand terperosok 0,13% ke posisi 32.695 per dolar AS. [ast/mdr]