inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gus Dur Pantang Mundur

Headline
KH Abdurrahman Wahid - inilah.com/subekti
Oleh: Ahluwalia
Senin, 21 Juli 2008 | 11:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta Bicara PKB, secara legal, KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid sudah mati angin. Keputusan PN Jakarta Selatan dan Mahkamah Agung lebih dari cukup untuk membuatnya berhenti. Tapi, Gus Dur pantang mundur.
Kini, meski kedudukan Muhaimin 'Cak Imin' Iskandar selaku Ketua Umum DPP PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) boleh dibilang makin kuat dan sah dari sisi legal, konflik internal parpol bernomor urut 13 itu belum surut.
Ajuan rekonsiliasi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan berbagai pihak lain, termasuk ajakan islah yang dilontarkan Cak Imin, belum ada yang pamungkas meluluhkan kerasnya hati Gus Dur.
Pukulan beruntun dari PN Jaksel dan MA bukan menyebabkan Gus Dur mundur teratur, lalu membuka diri terhadap peluang bersatu kembali dengan Cak Imin yang notabene keponakannya. Gus Dur, sebaliknya, malah bagai tersengat dan maju terus memberikan perlawanan terhadap PKB Cak Imin.
Gus Dur sendiri sudah berucap, andai pun dirinya tetap kalah di jalur hukum, ia tidak bakal islah dengan Cak Imin. Ia lebih memilih mengajak pendukungnya untuk jadi golput (golongan putih) saja di Pemilu 2009.
Situasi pun makin panas ketika Gus Dur menyebut Cak Imin dan tujuh orang terdekatnya di PKB sebagai maling. "Saya tidak akan pernah islah dengan maling. Saya sudah tidak percaya kepadanya," cetus Gus Dur pekan lalu.
Gus Dur menyatakan ada tujuh orang yang masuk golongan maling. "Selain Muhaimin, ada tujuh nama lagi. Di antaranya Niam Salim, Hanif Dakiri, Abdul Kadir Karding, Lukman Edy, Eman Hermawan," tegasnya.
Mantan Presiden RI itu mengingatkan, Cak Imin harus bertanggung jawab atas penggunaan dana tiga tahun lalu senilai Rp 13 miliar.
Cak Imin sendiri membantah soal dana itu. Ia pun berencana menggugat balik lewat jalur hukum karena merasac difitnah. "Itu pencemaran nama baik dan itu bisa digolongkan pidana," tegasnya.
Kedua kubu, pada akhirnya, sama-sama bersikap keras. Gus Dur pun dengan lantang mengatakan bahwa perlawanannya tidak akan pernah berhenti. Ia percaya Tuhan pasti membukakan jalan terbaik baginya.
Keputusan MA menolak kasasi yang diajukan Gus Dur dan kubunya, memang, tidak secara langsung dan cepat mempengaruhi posisi politik Gus Dur di PKB. Posisi Gus Dur tetap kuat, tetap jadi simbol kebesaran PKB.
Berdasarkan Muktamar Semarang, Gus Dur tetap jadi Ketua Dewan Syuro PKB dengan Cak Imin jadi Ketua Umum DPP PKB dan Yenny Wahid sebagai Sekjen PKB. Ini keputusan yang sduah berkekuatan hukum tetap.
Tapi, dengan posisi dilematis seperti itu, tampaknya PKB bakal sulit bergerak maju dan mulus menghadapi Pemilu 2009. Bagaimanapun, sikap Gus Dur menolak islah dengan Cak Imin bakal mempersulit PKB di tengah persaingan ketat dengan 33 parpol lain.
Suka atau tidak, harus diakui bahwa figur Gus Dur tetap menjadi simbol PKB. Ini berarti, pertikaian politik dalam tubuh PKB bakal terus melebar dan memanjang.
Sikap Gus Dur yang menolak tawaran islah dari Cak Imin membuat PKB tetap terbelah.
Para pengamat politik melihat, bagaimana pun, Gus Dur adalah figur yang dihormati. Jelas, tak mudah ia menyatakan kesediannya islah dengan sang keponakan. Ia akan berjuang dulu sampai batas maksimal sebelum akhirnya, mungkin, bersedia mencairkan kebekuan hatinya.
"Dalam waktu dekat ini, saya kira mustahil Gus Dur mau islah," kata pengamat politik LP3ES Enceng Sobirin.
Gus Dur sudah berkata, sudah menetapkan sikap, sudah pula melangkah. Apa dan bagaimana akhir dari konflik PKB ini, waktu juga yang akan menunjukkan jawabannya. [I3]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.