INILAH.COM, Milan - Tak ada yang bisa menghapus kesetiaan David Beckham terhadap Manchester United. Meski timnya, AC Milan, baru dibantai 4-0 di Liga Champions, Becks tak dendam.
Dua gol dari Wayne Rooney dan masing-masing satu dari Darren Fletcher dan Park Ji-Sung tak mampu dibalas sebiji gol pun oleh Rossoneri. Kekalahan di Old Trafford itu pun membuat Milan tersingkir dari Liga Champions dengan agregat 7-2.
Setelah kekalahan itu, Beckham mendoakan mantan klubnya meraih sukses di kompetisi paling bergengsi seantero Eropa itu.
Saat Anda tersingkir, Anda berharap tim yang menyingkirkan Anda bisa sukses, ujar Beckham kepada wartawan. Saya benar-benar berharap mereka bisa sukses.
Pemain berusia 34 tahun itu terlihat mengenakan syal berwarna hijau kuning emas saat meninggalkan lapangan, meski ia tak mau berbaur dengan penggemar lainnya yang mengenakan atribut berwarna senada.
Warna hijau-kuning emas adalah warna klub asal-usul Setan Merah, Newton Heath. Atribut ini digunakan para pendukung Setan Merah sebagai wujud protes kepada pemilik MU, keluarga Glazer dari Amerika Serikat, yang dianggap telah membuat MU melupakan asal-usulnya.
Saya seorang penggemar MU, ujarnya. Saya melihat ada syal di sana. Saya memakainya di leher saya, itu adalah warna lama dari Manchester United, itu saja yang saya tahu.
Sejujurnya, protes itu bukan urusan saya. Saya seorang fan MU. Saya mendukung klub, dari dulu hingga selama-lamanya. Tak ada kaitannya dengan apa yang tengah terjadi, tegasnya.[boy][[indosat]]