Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bursa Asia Terdorong Inflasi China
Headline
istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Kamis, 11 Maret 2010 | 20:44 WIB
INILAH.COM, Tokyo Peningkatan inflasi China yang mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi, mengangkat yen dan dolar AS. Indeks Nikkei pun menguat 1%, memimpin kenaikan bursa Asia.

Pada akhir perdagangan Kamis (11/3), indeks MSCI Asia Pasifik (APAC) naik 0,3% ke 122,94 di Tokyo, dengan rasio lima saham naik untuk setiap empat yang turun.

Saham komoditas berguguran karena khawatir China akan mengurangi kebijakan yang selama ini mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya saham Jepang, mendorong kenaikan indeks karena spekulasi pertumbuhan ekonomi semakin berjalan dengan baik.

Inflasi konsumen China menyentuh level tertinggi dalam 16 bulan terakhir, pada 2,7% per Februari 2010. sebanyak 29 ekonom Bloomberg memprediksikan, inflasi hanya mencapai 2,5% terutama karena inflasi Januari hanya 1,5%. Hal ini menambah tekanan untuk PM Wen Jiabao yang berjanji menekan inflasi karena bank kebanjiran dana untuk rebound dari krisis ekonomi global.

Terrace Chum dari MFC Global Investment Management di Hong Kong mengatakan, cepatnya kenaikan inflasi konsumen China ini meningkatkan potensi kenaikan tingkat inflasi Negeri Tirai Bambu. Pemerintah ingin mencegah perekonomian tumbuh terlalu cepat atau over-heating. Pertumbuhannya memang lambat, tapi pemulihan berjalan on track, katanya.

Namun demikian, rencana China untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi bisa melukai ekspor Australia. Sebagai pasar ekspor terbesar, pasar China merupakan 22% dari total ekspor Negeri Kanguru selama tujuh bulan yang berakhir pada Januari lalu.

Kepala Manajer Trading Valas di Mitsubishi UFJ Securities Co. Tokyo, Minoru Shioiri berpendapat, data inflasi yang kuat akan menekan China untuk melakukan pengetatan. Terjadi penguatan pada mata uang lain seperti yen, paparnya.

Penambang terbesar dunia, BHP Billiton Ltd., jatuh 5% di bursa Sydney. Demikian pula dengan pembuat besi terbesar Korea Selatan, Posco, turun 0,9%. Sementara Sony Corp. naik 1,9% di Tokyo setelah suratkabar Nikkei mengumumkan pemerintah Jepang akan menggenjot perekonomian Negeri Sakura itu. Indeks Nikkei naik 1% ke 10.664,95 yang merupakan kenaikan bursa saham terbesar di kawasan.

Yen menguat terhadap semua 16 mata uang utama yang paling sering diperdagangkan, di tengah spekulasi eksportir akan membanjiri pasar dalam negeri dengan likuiditas sebelum tahun fiskal berakhir pada bulan ini. Mata uang Australia anjlok dari angka tertingginya selama tujuh pekan terakhir setelah data pengangguran tak memenuhi ekspektasi ekonomi. Ada indikasi Bank Sentral Reserve Bank of Australia akan menaikkan suku bunga bulan depan. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.