inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Boikot Sri Mulyani Bahas RAPBN, DPR Cekik Rakyat

Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
Kamis, 11 Maret 2010 | 22:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Langkah politik beberapa fraksi di DPR yang akan memboikot Menteri Keuangan Sri Mulyani di DPR dianggap tak proporsional. Bahkan, langkah tersebut disinyalir dapat mencekik kehidupan rakyat.

Pengamat Hukum Tata Negara Yuslim, mengatakan kalangan DPR harus lebih profesional, karena di RAPBN-P adalah hak rakyat. Mungkin saja di dalam anggaran itu ada bantuan gempa, beasiswa untuk mahasiswa atau bantuan untuk orang miskin. Kalau pembahasan RAPBN-P dihadang DPR, tutur dia, berarti DPR telah mencekik, dan menyengsarakan rakyat.

"Ini perlu disikapi kalangan DPR secara profesional dan lebih dewasa. Kalau tidak setuju pada person, jangan kebijakannya yang dipersoalkan," imbuhnya di Padang, Kamis (11/3).

Sebelumnya, sejumlah anggota DPR menyuarakan boikot terhadap pihak-pihak yang dianggap bersalah dalam bailout (pengucuran dana talangan) Bank Century seperti Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Mereka meminta pihak-pihak yang dianggap bersalah tidak diundang dalam acara-acara di DPR, termasuk dalam pembahasan RAPBN-P 2010.

Beberapa fraksi bahkan sudah secara tegas menolak kehadiran mantan Ketua KSSK itu ketika menginjakkan kakinya di DPR. Meski kehadirannya tidak terkait Bank Century, melainkan pembahasan RAPBN-P 2010. Beberapa fraksi itu adalah PDIP dan beberapa anggota Fraksi Partai Golkar serta beberapa anggota Fraksi PAN. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.