INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (12/3) diprediksikan menguat seiring kenaikan kembali harga minyak mentah dunia kevel US$82 per barel. Long term buy BUMI! Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham
BUMI hari ini salah satunya karena faktor ekspektasi kenaikan harga minyak mentah dunia.
Harga emas hitam sudah kembali menguat mencapai level US$82 per barel terdongkrak peeamahan dolar AS. Harga minyak secara otomatis memicu penguatan harga batubara yang saat ini berada di level US$94 per metrik ton.
Karena itu,
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.625 dan Rp2.475 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (11/3) malam. Ia juga rekomendasikan
long term buy BUMI dengan target Rp5.500 di akhir 2010, dan Rp3.000 untuk akhir Maret ini.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,02%) menjadi Rp2.525 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.475. Harga tertingginya mencapai Rp2.525 dan terendah Rp2.425. Volume transaksi mencapai 101,1 juta unit saham senilai Rp250,9 miliar dan frekuensi 3.482 kali.
Penguatan harga minyak dipicu perekonomian AS yang masih melambat sehingga mata uangnya turut kontraksi. Menurut Irwan, ekonomi AS bermasalah karena besarnya
budget defisit. Perdagangan ekspor-impornya juga bermasalah. Net-ekspornya pun defisit. Karena itu, negara adidaya itu disebut
twin deficit, ujarnya.
Apalagi, AS sebenarnya belum selesai dengan permasalahan terorisme. Akibatnya, akan banyak anggaran yang dikeluarkan untuk pertahanan. Pada saat ekonomi AS negatif, mata uangnya melemah terhadap mata uang kuat lainnya seperti poudsterling dan yen.
Sementara itu, di dalam negeri, BUMI juga mendapat topangan dari positifnya sentimen market seiring penguatan rupiah terhadap dolar AS ke level 9.100-an. Apalagi, pelaku pasar lokal, mengikuti tren pergerakan saham-saham yang diburu asing.
Pada saat asing berburu saham pertambangan, investor lokal jadi pengikutnya. Itu juga yang terjadi di saham BUMI. Di sisi lain, asing sendiri saat ini masih dalam posisi
net buy hingga Rp500 miliar per hari, ungkapnya.
Asing melakukan akumulasi beli secara bertahap. Angka Rp500 miliar bagi investor mancanegara sangat kecil. Sebab, jika dikonversi dalam denominasi dolar AS, hanya US$110 juta.
Karena itu, seiring penguatan harga minyak sentimen market pun akan positif. Saham komoditas baik pertambangan maupun perkebunan berpeluang menjadi penggerak indeks, timpalnya.
Di sisi lain, investor juga saat ini sudah mengantisipasi laporan keuangan BUMI untuk
full year 2009. Mereka pun terus melakukan aksi beli. Termasuk pasar juga barharap akan positifnya laporan keuangan kuartal pertama 2010. Sebab, investor dan para
fund manager di regional masih dalam posisi beli untuk saham BUMI.
Ciri khas dari masuknya asing adalah membeli saham secara bertahap. Sebab, harga minyak diperkirakan akan kembali naik ke level US$110 per barel tahun ini. Akibatnya, harga batubara pun akan naik pesat. [mdr] [[indosat]]