INILAH.COM, Jakarta - Wall Street melemah pada awal perdagangan Kamis (11/3) setelah China melaporkan terjadinya kenaikan inflasi yang sangat tinggi.
Mengutip AP, berita ekonomi AS yang mixed juga menahan pasar. Pasar luar negeri juga mixed pada perdagangan Kamis (11/3), disebabkan adanya kekhawatiran China untuk menaikkan suku bunganya akibat inlasi yang tinggi di Februari.
Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pengajuan tunjangan untuk pengangguran turun untuk pertama kalinya dibanding perkiraan sebelumnya. Namun, pasar tidak terkesan dengan laporan tersebut.
Sementara itu data menunjukkan terjadinya pengurangan dalam pasar tenaga kerja, tidak menunjukkan peningkatan dalam pekerjaan sehingga investor masih ingin melihat perkembangannya.
Dow Jones Industrial Average jatuh 12,32 poin atau 0,1 persen ke level 10.551,01. Standard & Poor's 500 indeks jatuh 2,80 poin atau 0,2 persen ke level 1.142,81, sementara indeks komposit Nasdaq turun 7,06 poin atau 0,3 persen ke level 2.351,89. [cms]