INILAH.COM, Jakarta - Kabar bahwa anak SBY Edhi Baskoro alias Ibas akan dicalonkan menjadi wakil presiden pengganti Boediono dinggap sebagai guyonan politik yang bertujuan untuk menyindir SBY.
"Saya kira ini guyonan politik, satir politik. Yakni guyonan politik yang bernada meledek ke SBY dengan memunculkan nama anaknya, Ibas sebagai pengganti Boediono. Ibas kan sejauh ini sebagai wakil rakyat belum terlihat sepak terjangnya," ujar Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin Muhtadi kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (12/3).
Menurutnya, sindiran tersebut sebagai bentuk penolakan atas munculnya spekulasi nama calon wapres pengganti Boediono. Dimana spekulasi tersebut muncul disaat Boediono masih menjabat sebagai wapres.
"Pesan utama yang disampaikan yakni menolak spekulasi nama calon wapres dengan melakukan sindiran itu. Nama itu dimunculkan disaat yang tak tepat, Boediono masih menjabat sebagai wapres," katanya.
Ia menganggap, tidak mudah untuk memakzulkan Boediono sebagai Presiden secara proses politik. Karena Demokrat sebagai partai pendukung pemerintah telah menguasai parlemen lebih dari seperempat jumlah anggota DPR.
Ia menjelaskan, persyaratan untuk menyatakan pendapat di DPR harus mememnuhi kuota lebih dari 3/4 jumlah anggota harus hadir. Artinya, jika Demokrat memboikot untuk tidak ikut menyatakan pendapat, maka forum tersebut gagal.
"Sesuai dengan undang-undang forum itu harus memenuhi 3/4 jumlah anggota harus hadir. Misal Demokrat memboikot tidak mau ikut dalam hak meyatakan pendapat, maka forum itu gagal. Karena Demokrat jumlahnya saja sudah sekitar 25,8 persen di parlemen," imbuhnya. [mut]