INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (12/3) akhir pekan ini masih akan menguat, seiring aksi beli investor asing secara bertahap. Long term buy BUMI! Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan potensi penguatan saham
BUMI hari ini, salah satunya karena faktor pembeilan bertahap atas saham batubara
thermal ini.
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.625 dan Rp2.475 sebagai level
support-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Kamis (11/3), saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,02%) menjadi Rp2.525 dengan intraday Rp2.525 dan Rp2.425. Volume transaksi mencapai 101,1 juta unit saham senilai Rp250,9 miliar dan frekuensi 3.482 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI akhir pekan ini?Masih potensial menguat. Salah satunya, karena faktor ekspektasi kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga minyak sekarang sudah kembali menguat mencapai level US$82 per barel. Harga minyak terdongkrak oleh pelamahan dolar AS.
Karena itu, seiring penguatan harga minyak sentimen market pun akan positif. Saham komoditas baik pertambangan maupun perkebunan berpeluang menjadi penggerak indeks. Harga minyak secara otomatis memicu penguatan harga batubara yang saat ini berada di level US$94 per metrik ton. Sedangkan batubara, merupakan
core bisnis BUMI.
Apa yang memicu tingginya ekspektasi kenaikan harga minyak mentah dunia?Pemicunya adalah perekonomian AS yang masih melambat sehingga mata uangnya turut kontraksi. Ekonomi AS bermasalah karena besarnya
budget defisit. Perdagangan ekspor-impornya juga bermasalah. Net-ekspornya pun defisit. Karena itu, negara adidaya itu disebut mengalami
twin deficit.
Apalagi, AS sendiri sebenarnya belum selesai dengan permasalahan terorisme. Akibatnya, akan banyak anggaran yang dikeluarkan untuk pertahanan. Pada saat ekonomi AS negatif, mata uangnya melemah terhadap mata uang kuat lainnya seperti poudsterling dan yen.
Akan bergerak di kisaran berapa?Karena itu, BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.625 dan Rp2.475 sebagai level
support-nya. Sebab, di sisi lain, di dalam negeri, BUMI juga mendapat topangan dari positifnya sentimen market seiring penguatan rupiah terhadap dolar AS ke level 9.100-an. Apalagi, pelaku pasar lokal, mengikuti tren pergerakan saham-saham yang diburu asing. Pada saat asing berburu saham pertambangan, invsetor lokal jadi pengikutnya. Itu juga yang terjadi di saham BUMI.
Bagaimana dengan posisi net buy asing?Asing sendiri saat ini masih
net buy hingga Rp500 miliar per hari. Asing melakukan akumulasi beli secara bertahap. Angka Rp500 miliar bagi investor mancanegara sangat kecil. Sebab, jika dikonversi dalam denominasi dolar AS, hanya US$110 juta.
Di sisi lain, investor juga saat ini sudah mengantisipasi laporan keuangan BUMI untuk
full year 2009. Mereka melakukan aksi beli. Termasuk, pasar juga barharap akan positifnya laporan keuangan kuartal pertama 2010. Sebab, investor dan para
fund manager di regional masih dalam posisi beli untuk saham BUMI. Ciri khas dari masuknya asing adalah membeli saham secara bertahap. Sebab, harga minyak diperkirakan akan kembali naik ke level US$110 per barel tahun ini. Akibatnya, harga batu bara pun akan naik pesat.
Apa rekomendasi untuk BUMI?Saya rekomendasikan
long term buy BUMI dengan target Rp5.500 di akhir 2010, dan Rp3.000 untuk akhir Maret ini. [jin/ast]