INILAH.COM, Jakarta Sejumlah tudingan yang dilancarkan PKB kubu Abdurrahman Wahid ditanggapi PKB kubu Muhaimin dengan tenang. Bahkan, tudingan-tudingan itu dianggap dapat menyemangati mereka untuk berjuang dan memenangkan keputusan hukum atas mereka.
"Sekarang statement-statement mereka yang keras, menuduh, fitnah, itu kita anggap vitamin buat kita. Untuk terus berjuang dengan baik," kata Sekjen PKB Lukman Eddy, Senin (21/7), usai menyerahkan lampiran hasil putusan MA ke Depkum HAM.
Menurut Lukman, saat ini pihaknya saat ini akan berusaha menyelesaikan konflik di antara dua kubu yang berkonflik. Secara resmi, DPP PKB akan mengirimkan surat ke DPC dan DPW yang ikut terkena dampak atas konflik itu. "Mudah-mudahan Agustus selesai," harapnya.
Sejumlah pernyataan kubu Abdurrahman Wahid memang sempat mengemuka setelah MA memutuskan menolak kasasi mereka atas putusan PN Jakarta Selatan. Di antaranya, ketika pada Sabtu (19/7) lalu, Gus Dur menyebut Muhaimin Iskandar dan tujuh pengurus PKB kubunya sebagai maling, sehingga ia menolak islah.
Sebelumnya, Yenny Wahid, Sekjen PKB Kubu Parung juga menyebut Muhaimin telah mencuri undangan KPU untuk pengundian nomor urut parpol. Putri Gus Dur yang bernama asli Zannuba Arifah Chafsoh itu juga menuding Muhaimin ikut menikmati uang Rp500 juta dari Yusuf Emir Faishal. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !