inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Tifatul: Bahkan Abu Jahal Saja Dihormati

Headline
Tifatul Sembiring - inilah.com
Oleh: Kawiyan
Jumat, 12 Maret 2010 | 12:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta-Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring membantah pernyataannya mengenai rencana penyambutan kedatangan Presiden AS Barack Obama sebagai sesuatu yang berlebihan.

Apanya yang berlebihan?. Sebagai tamu negara, Obama wajib dihormati. Rasulullah saja menghormati Abu Jahal sebagai tamu, ujar Tifatul kepada INILAH.COM.

Pernyataan Tifatul yang memuji Presiden Amerika Obama dinilai oleh Front Pembela Islam (FPI) sebagai cari muka. "Cari muka itu. Itu politik yang tidak sehat terhadap umat Islam, kan dia dari partai Islam (PKS), dan saya pikir itu bisa menghilangkan kepercayaan umat Islam," kata anggota FPI Embong Mustafa kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (12/3).

Embong Mustafa mengatakan Tifatul tidak pantas mendukung Obama karena terbukti kebijakan Amerika Serikat sering kali justru merugikan pemerintahan Indonesia khususnya bagi umat Islam. "Saya minta dia tobat lah."

Berikut petikan wawancara INILAH.COM dengan Menkominfo Tifatul Sembiring melalui sambungan telepon selularnya.

Pernyataan Anda mengenai keharusan bangsa Indonesia menghormati kedatangan Presiden AS Barack Obama dianggap berlebihan. Andakan tokoh PKS.

Apa yang berlebihan? Tidak ada yang berlebihan. Dalam Islam, menghormati tamu itu wajib hukumnya. Mengapa dipersoalkan? Kalau bukan dalam keadaan perang kita wajib menghormati tamu yang datang. Abu Jahal saja ketika datang ke Rasulullah diterima dengan baik sebagai tamu.

Karena Anda bilang bahwa RI sangat butuh AS sebagai negara super power dan harus mengamankan kedatangan Obama.

Ya...bahwa kita memerlukan kerjasama dengan negara-negara di dunia itu fakta. Memerlukan kerjasama dengan AS juga fakta. Soal keharusan mengamankan kedatangan kepala negara asing juga wajib. Bagaimana citra kita sebagai negara kalau gagal mengamankan kunjungan kepala negara asing. Presiden Indonesia juga kalau berkunjung ke luar negeri mendapatkan pengamanan yang ketat.

Mungkin karena Anda dari PKS sehingga pernyataan Anda itu dianggap berlebihan.

Ya tidaklah. Pendapat saya sama dengan pendapat yang lain. Kita kan tahu Presiden Obama punya sejarah khusus di Indonesia. Dia pernah belajar di Jakarta dan sampai saat ini masih bisa berbahasa Indonesia. Jadi, penghormatan kita kepada Presiden Obama menyangkut nama baik kita kepada dunia. Masyarakat kita juga punya hubungan esmosional yang khusus dengan Obama. (ram)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
13 Komentar
Bang bama @ Senin, 22 Maret 2010 | 10:21 WIB
Lho,,, banyak yang iri tho.. aku kan jadi mentri bukan karena kalian!!!!
Orang Dusun @ Senin, 15 Maret 2010 | 10:16 WIB
wah pak tifatul plin plan ya...dulu mengecam sekarang membela AS.Kok dangkal pikiranmu pak...coba pak bertobat kepada Alloh, kembalikan PKS ke syariah.Jangan jadikan setan sebagai teman-temanmu pak, kembalilah kepada Islam.Semoga Alloh memaafkan kesalahanmu pak.Amin
antonius pancasila @ Senin, 15 Maret 2010 | 08:43 WIB
Bung Tifatul betul, sejak kapan bangsa ini kehilangan budaya dan moralitas sebagai tuan rumah? Jangan berlindung atas nama kelompok dan agama untuk menunjukkan kebiadaban dan kepengecutan? Benci Amerika? lakukan dengan cara gentlemen
wari @ Sabtu, 13 Maret 2010 | 23:17 WIB
sadarlah wahai tifatul, engkau tau OBAMA BUSH , sadarlah . Obama bukanlah tamu yang patut dimulyakan , tetapi MUSUH umat ISLAM Sadarlah pa TIFATUL SEMBIRING Yang semoga dirahmati Allah
dealprofessor @ Sabtu, 13 Maret 2010 | 22:08 WIB
jangan saling menghina sesama muslim.. saya yakin bagi anda yang berkomentar di sini imannya udah pada tinggi2 jadi pasti memperhatikan adab dan etika dalam mengemukakan pendapat.. trimakasih
GOGON @ Sabtu, 13 Maret 2010 | 17:21 WIB
jangan terlalu berlebihan menhormati manusia,rasulullah aja ga minta di hormati berlebihan,biasa biasa ajalah toh obama juga orang biasa yg sama kaya kita semua sekolahnya di sd negeri yg biasa biasa saja.
umam @ Sabtu, 13 Maret 2010 | 16:11 WIB
coba kalau sekarang masa2 pemilu, pasti pak tiffatul akan menggerakan masanya untuk melakukan aksi tolak obama..afwan,komentar ini hnya bntuk keksalan ana pada komentar2 pak sembiring..smoga Allah memaafkannya.
Arek Jombang @ Sabtu, 13 Maret 2010 | 15:02 WIB
Kalo arek-arek PKS denger ucapan dari Ustd Tifatul bahwa sekarang kita (umat islam) ora dalam keadaan perang, pasti mereka g bakalan 'rame' bela Palestina....tapi......
Tude @ Sabtu, 13 Maret 2010 | 14:14 WIB
Wajar semua pada ribut mendengar pernyataan Bp.Tifatul karena kalian belum pernah merasakan betapa nik'mat nya duduk di kursi mentri yang membuat kita jadi penggemar lagu grup Kuburan (Lupa)syairnya hehe.
Pemantau @ Sabtu, 13 Maret 2010 | 06:25 WIB
Tidak dalam keadaan perang? Trus apakah di Afganistan, Palestina, dll itu bukan perang. Siapa yang secara terang2an menyerang dan membunuhi saudara2 kita di sana?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.