Senin, 28 Mei 2012 | 14:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
La Ode Dukung Ginandjar Jadi Capres
Oleh: Samsul Maarif
web - Senin, 21 Juli 2008 | 23:23 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPD La Ode Ida mengatakan, secara pribadi mencalonkan Ginandjar Kartasasmita dan Irman Gusman sebagai pasangan Capres dan Cawapres pada Pemilu 2009.

"Saya mengusulkan ini bisa melalui mekanisme parpol, dan kenapa saya mencalonkan karena dengan Capres dari Jawa dan luar Jawa akan sangat baik sekali perpaduannya," kata La Ode Ida di gedung DPD, Jakarta, Senin (21/7).

Selain perpaduan yang ideal, La Ode mengungkapkan bahwa kedua figur tersebut mampu untuk mengakomodir kepentingan daerah yang selama ini seringkali diabaikan oleh parpol. "Calon yang baik itu tidak mempromosikan dirinya tapi ada yang merekomendasikan, dan saya lihat kedua figur ini mempunyai komitmen yang kuat untuk memajukan daerah. Kan parpol sekarang tidak pernah mengakomodir kepentingan daerah," ungkapnya.

Disamping itu dia juga menyebutkan bahwa Ginanjar dan Irman bisa mengakomodir semua RUU yang diusulakan DPD ke DPR. "DPR itu seharusnya bisa bersikap negarawan dalam membuat UU, karena dari berbagai rekomendasi DPD untuk RUU seperti RUU Pelabuhan saja sampai sekarang tidak pernah dibahas oleh DPR," ujarnya. "Ini kan juag merupakan perpaduan sentralistik dan desentralistik," tambahnya.

Pada kesempatan itu La Ode juga mengomentari RUU Pilpres yang saat ini masih dalam tahap finalisasi oleh DPR, adalah bentuk mengahalangi figur yang potensial untuk maju jadi Capres. "Ini hany akal-akalan DPR saja untuk menghalangi figur-figur yang potensial, baik, dan punya integritas. Membatasi usulan itu bukan jaminan mendapat figur yang baik, justru ini akal-akalan politik untuk melakukan agenda-agenda negatif bagi bangsa ini," terangnya.

Menanggapi banyaknya menteri atau pejabat negara yang melakukan kampanye pribadi dan beriklan semasa masih menjabat, La Ode mengharapkan SBY dapat mengambil tindakan tegas.

"Saya kasihan dengan SBY, kalau mereka tidak dapat bekerjasama dengan baik dengan Presiden sebaiknya mundur saja. Karena itu sama saja mereka menggunakan fasilitas negara untuk kampanye pribadi, saya harap presiden bisa berhentikan mereka," tanggapnya.[L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.