INILAH.COM, London Kematian Putri Diana dan kekasihnya, Dodi Al Fayed di terowongan Paris pada Agustus 1997 merupakan sebuah konspirasi besar. Benarkah?
Saya tak percaya ada yang ingin Putri Diana tewas. Menurut saya, ada sebuah rencana sabotase hubungannya dengan Dodi. Juga rencana mendiamkan kritik Diana kepada pemerintah Inggris atas penjualan senjata asing, papar pengacara terkemuka Inggris, Michael Mansfield, seperti dilansir Main Online, jumar (12/3).
Mansfield mengatakan, Diana tewas karena ada beberapa pihak yang ingin menghentikan sejumlah aktivitasn sang putri. Namun, bukan kematian ibunda Pangeran Willian dan Pangeran Harry yang mereka inginkan. Siapapun pelakunya, Mansfield yakin hanya ingin menakuti.
Sebelumnya, seorang penyelidik bernama Jean Charles de Menezes mengatakan, insiden yang menewaskan Diana bukan kecelakaan. Dalam persidangan Royal Courts of Justice pada April 2008, disimpulkan insiden tertabraknya mobil ke pilar terowongan disebabkan supir Henri Paul yang ugal-ugalan dan kejaran paparazzi.
Putusan itu ditolak oleh ayah Dodi, Mohamed Al Fayed, yang merasa ada konspirasi pembunuhan di balik tewasnya Dodi dan Diana. Ia merasa mantan PM Inggris Tony Blair, biro intelijen MI5 dan MI6 serta Dubes Inggris untuk Prancis, terlibat dalam konspirasi tersebut. Mansfield mengamini hal ini dan berkata banyak pihak tak menyukai hubungan Diana dan Dodi. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !