INILAH.COM, Jakarta - Dunia usaha tidak terlalu memperdulikan ancaman Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memboikot APBN-P yang akan diajukan pemerintah.
"Kalau masalah politik, dunia usaha tidak terlalu concern. Yang penting B to B-nya jalan," ujar Direktur Korporasi BNI, Krishna R. Suparto kepada INILAH.COM, Jumat (12/3)
Menurut Khrisna, yang terpenting bagi para pengusaha adalah kesepakatan dalam dunia usaha sendiri. Dengan begitu semua roda usaha dapat terus bergerak.
Khrisna menuturkan, hingga saat ini dunia usaha tidak banyak terpengaruh oleh kondisi politik yang semakin menghangat. Potensi dunia usaha tetap besar dan harus terus dikembangkan.
Khrisna bahkan meyakini, pertumbuhan ekonomi dapat digenjot hingga mencapai 7%. "Tahun ini potensi besar apa lagi ekonomi sudah membaik. Kondisi ekonomi kita juga tidak pernah terpuruk sampai ke dalam. Dengan potensi itu growthnya bisa 7-8 persen," tukasnya. [cms]