Selasa, 29 Mei 2012 | 02:26 WIB
Follow Us: Facebook twitter
HTI: Sikap Tifatul Bertentangan dengan Islam
Headline
Tifatul Sembiring - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Fidela Hasworini
web - Jumat, 12 Maret 2010 | 14:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) enggan mengomentari sikap mantan presiden PKS Tifatul Sembiring yang menyambut baik kedatangan Presiden Amerika Barack Obama di Indonesia.

"Itu urusan dia. Saya tidak mau komentar. Yang pasti sikap semacam ini bertentangan dengan prinsip Islam," ujar juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Muhamad Ismail Yusanto kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (12/3)

Sebelumnya Tifatul memuji-muji Obama dan menyatakan penghargaanya sebagai tamu yangpatut dihormati dan disambut baik. Sikap ini langsung disambut kritik sejumlah kalangan.

Menurut Ismail Yusanto, tak ada alasan untuk menyambut Obama di Indonesia. Jika alasannya untuk meningkatkan kerjasama hubungan diplomatik dengan Amerika, justru tak memberi keuntungan bagi Indonesia.

Sebab, kondisi Amerika yang saat ini sedang terpuruk akan memaksa Indonesia untuk menerima impor barang dari Negeri Paman Sam itu untuk meningkatkan perekonomiannya.

"Amerika itu lebih butuh kita karena kondisi perekonomian disana kan masih terpuruk. Nanti malah kita yang dipaksa menerima impor barang mereka yang malah akan meningkatkan perekonomian di Amerika," kata Ismail

Selain itu, penerimaan kedatangan Obama, menurutnya, karena Indonesia takut terhadap negara adikuasa tersebut. Sebab sudah sejak lama Indonesia ketergantungan dengan Amerika.

Maka, ia berharap Indonesia seharusnya berani untuk melepaskan cengkraman Amerika dengan menolak kedatangan Obama.

"Harusnya Indonesia berani dong untuk segera melepaskan diri dari penjajahan Amerika di Indonesia dengan berbagai bentuk kerjasama yang tidak menguntungkan Indonesia, termasuk menolak kedatangan Obama," tegasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
Esmoni
Senin, 15 Maret 2010 | 13:37 WIB
Prinsip dalam diplomasi adalah kesetaraan dan penghargaan. Rosulullah pernah mengirim sahabatnya sebagai duta kepada negera-negara tetangga yang nyatanya adalah belum bertauhid. Kita melihat utusan itu adalah dalam rangka menyampaikan pesan Islam, dari mereka melihatnya sebagai apa? Seseorang yang tidak disukai. Dalam setiap moment menurut saya ada peluang untuk menggapai kebaikan, selebihnya serahkan kepada-Nya.
basuki
Sabtu, 13 Maret 2010 | 11:23 WIB
apa yg dulu mau diperjuangkan sebelum dpt kursi menteri n apa yg sedang diperjuangkan setelah dpt kursi mr.Tiff? nggak jelas! emang dari awalnya sdh nggak jelas. mengharapkan perubahan umat? terlalu jauh layauw!!
TEGAR
Jumat, 12 Maret 2010 | 14:51 WIB
memang kekuasaan, jabatan bikin orang ga bisa mikir dg akal sehat, apalagi islami.. benar kan mr. tif…
TEGAR
Jumat, 12 Maret 2010 | 14:49 WIB
memang kekuasaan, jabatan bikin orang ga bisa mikir dg akal sehat, apalagi islami.. benar kan mr. tif…
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.