INILAH.COM, Santiago Gempa kembali mengguncang Chile ketika Presiden Sebastian Pinera hendak dilantik, Jumat (12/3). Tak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan pada gempa-gempa susulan itu.
Gempa terjadi ketika pejabat menantikan kedatangan Pinera untuk dilantik, di Gedung Kongres. Beruntung tak lama kemudian, seperti dilansir AP, Jumat (12/3), gempa kecil itu mereda dan Pinera muncul sambil menyunggingkan senyum.
Presiden dan menterinya kemudian diambil sumpahnya, di hadapan dua ribu orang yang menyaksikan dari luar gedung. Pinera pun dinantikan program-program kabinetnya setelah gempa berkekuatan 8,8 SR mengguncang negara itu pada 27 Februari lalu.
Saya akan menjadi presiden rekonstruksi. Mari keringkan air mata dan mulai bekerja, ujar Pinera dalam pidato sambutannya. Tugas itu sulit, mengingat setelah gempa besar ada 10 gempa susulan dalam jangka waktu enam jam. Terkuat, berskala 6,9 SR atau hampir sekuat gempa Haiti yang 7,0 SR.
Pelantikan yang berlangsung selama 30 menit itu saja diwarnai dengan tiga gempa susulan. Presiden Kolombia Alvaro Uribe yang ikut hadir, sampai merasa harus meninggalkan ruangan. Sementara presiden yang digantikan, Michelle Bachelet, tetap berada di tempatnya.
Presiden perempuan itu masih populer di negaranya dan banyak yang berharap ia mau mencalonkan diri lagi. Namun, ia menepis harapan itu. Sudah lewat masa berpolitik, pungkasnya. [vin]