INILAH.COM, London Sebagai langkah untuk mencegah aksi terorisme sejak dini, guru di Inggris diajarkan cara melihat siswa yang berpotensi menjadi teroris.
Meski berada di daerah kecil, bukan berarti agenda semacam ini tak penting untuk menumpas terorisme ekstremis, papar penasihat edukasi dan keagamaan di Kota Cornwall, David Hampshire, seperti dilansir The Sun, Jumat (12/3).
Para guru di kota tersebut akan dikumpulkan dalam sebuah konferensi terorisme yang menelan biaya 3.500 poundsterling atau Rp48,2 juta. Mereka akan dibimbing untuk mengindentifikasikan anak-anak yang berpotensi memiliki sudut pandang ekstremis.
Pemerintah Inggris mengatakan, skema semacam itu sudah direncanakan untuk pendidik di negara itu. Kementerian Pendidikan Inggris mengatakan, skema itu digunakan untuk melihat kemungkinan anak-anak yang mungkin diarahkan menuju ekstremisme. Misalnya, ketika anak-anak mengucapkan hal tak biasa atau tinggal di lingkungan tak kondusif, katanya.
Sementara aktivis HAM setempat mengatakan skema itu menakutkan. Seorang aktivis, Corinna Ferguson berpendapat, pemerintah seharusnya mengerjakan hal-hal yang positif bersama generasi muda. Bukan malah memperlakukan mereka sebagai tersangka, tandasnya. [vin]