Minggu, 27 Mei 2012 | 17:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Di Penghujung Pekan Ini
Saham Lapis Dua Masih Menarik
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
web - Jumat, 12 Maret 2010 | 14:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta Bursa saham masih mengalami koreksi di hari terakhir perdagangan. Namun, ada secercah harapan dari penguatan saham-saham lapis dua. Emiten apa yang menarik?

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim menyarankan investor berada dalam posisi beli terhadap saham-saham lapis dua (second liner). Menurutnya, saham-saham tersebut berpotensi menguat untuk jangka panjang. Terutama jika melihat company outlook-nya yang sangat positif, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (12/3).

Beberapa saham menarik pilihannya adalah PT Global Mediacom (BMTR), PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Total Bangun Persada (TOTL), dan PT Tunas Baru Lampung (TBLA).

Menurut Irwan, BMTR akan bergerak dalam kisaran support /resistance Rp300/Rp400 dan WIKA yang bergerak di kisaran Rp300 hingga Rp360. Kemudian level support untuk KIJA di angka Rp98 dan Rp110 sebagai level resistance-nya. Sedangkan saham TOTL akan bergerak antara Rp180 dan Rp205 dan TBLA akan berada di kisaran Rp400 hingga Rp450.

Hal senada diungkapkan Purwoko Sartono dari Panin Sekuritas. Meskipun tekanan jual saham bluechip mulai melanda IHSG, ada potensi penguatan dari sejumlah saham second liner.
Beberapa saham yang masih berpeluang menguat antara lain BMTR, Bhakti Investama (BHIT) dan Adhi Karya (ADHI),katanya.

Saham BMTR diperkirakan akan menguji 350-380 dalam jangka pendek. Sementara untuk support berada di 280-300. Menurutnya, meski indikator teknikal mengindikasikan saham ini rawan profit taking, namun emiten ini sebenarnya masih cukup menarik untuk spekulasi/trading jangka pendek. Spekulatif beli untuk BMTR,ujarnya.

Sedangkan ia merekomendasikan beli untuk BHIT terkait rencana pelepasan 10% tanpa HMETD. Hal ini didukung PBV 1,7 kali baru terjadi di harga Rp1000. Adapun ADHI juga menarik menyusul pernyataan perseroan bahwa laba bersih 2009 sebesar Rp150 miliar atau EPS Rp83, di atas estimasi sebelumnya sebesar Rp120 miliar, dengan EPS Rp66. Rekomendasi beli untuk kedua emiten ini,katanya. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.