INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) (Persero) untuk sebisa mungkin tidak memotong suplai gas ke pelanggan industri hingga 20%.
"Kami akan ketemu minggu depan dengan PGN (Pak Hendi) untuk evaluasi ketersediaan gas di 2010. Memang ada info PGN akan potong suplai gas sekitar 20% ke industri keramik. Sebisa-bisanya jangan sampai ada yang terpotong, karena implikasi dari pemotongan itu sangat besar dampak ekonominya," kata Menneg BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta, Jumat (12/3).
Makanya, lanjut Mustafa, perlu ada usaha bagaimana agar ketersediaan gas PGN bisa mengatasi permintaan pelanggan. "Rencananya, Rabu atau Kamis depan kita akan ketemu untuk mencarikan solusinya," terangnya.
Dia menambahkan solusi lain yang bisa diambil demi memenuhi suplai gas domestik adalah dengan impor gas. "Karenanya, akan dibahas sejauhmana peluang impor gas ini nantinya," ujarnya. [cms]