inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Proyek Rel KA Stagnan, PTBA Harus Cari Mitra Baru

Headline
istimewa
Oleh: Makarius Paru
Jumat, 12 Maret 2010 | 15:25 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) diminta untuk mencari mitra baru apabila proyek pembangunan rel kereta api angkutan batubara belum juga terlaksana.

"Saya kira tidak usah disebutkan siapa mitra bisnisnya yang sudah lama dan sampai saat ini belum juga selesaikan proyeknya padahal deadline-nya April mendatang. Kalau ini tidak bergerak, kelihatannya PTBA bisa mencari mitra baru," kata Menteri BUMN, Mustafa Abubakar, di Jakarta, Jumat (12/3).

Mustafa mengatakan, PTBA bahkan sudah melapor ke pihaknya, bahwa sudah menemukan mitra baru untuk melanjutkan proyek rel KA di Sumatera tersebut. "Mereka (PTBA) sudah pernah melapor bahwa akan ada mitra baru. Ada kemungkinan new comer untuk menawarkan diri bentuk joint venture dengan PTBA. Bisa dari luar atau dalam negeri," papar Mustafa.

Demikian juga dengan sumber pendanannya. Ia mengatakan, banyak sumber dana murah dari Cina. "Ada satu sumber yang oleh PTBA sudah lapor," ujarnya.

Pemerintah menyimpan harapan tinggi agar proyek tersebut bisa segera terselesaikan karena kapasitas produksi PTBA bisa terdongkrak dari 10 juta ton menjadi 20 juta ton. "Hitung-hitungannya bisa dua kali lipat. Ini sangat bagus dan penting. Kalau ini jalan terus, industri kereta api bisa memproduksi gerbong baru," pungkasnya. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.