Selasa, 29 Mei 2012 | 02:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Andi Rahmat PKS Ditawari Masuk PDIP
Headline
Andi Rahmat - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Fidela Hasworini
web - Jumat, 12 Maret 2010 | 15:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PDIP siap tampung politisi sekaliber Andi Rahmat. Jika inisiator angket Bank Century ini ditelantarkan oleh partainya, 'Banteng' siap menerima Andi.

"Kalau Andi Rahmat tidak dihargai, PDIP siap menerimanya dan kami akan tempatkan layak di partai kami," ujar politisi PDIP, Maruara Sirait dalam diskusi masa depan koalisi paska pansus Century di Menteng, Jakarta, Jumat (12/3).

Rasa 'cinta' Ara sapaan akrab Maruarar Sirait, kepada Andi bermula saat sama-sama menggalang dukungan untuk angket Bank Century. Sejak awal, Andi dinilai konsisten dalam menyikapi bailout bank kecil seperti Century.

Ungkapan ingin 'meminang' Andi disampaikan Ara di depan Presiden PKS Luthfi Hasan, dan Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin di seminar. "Orang seperti Andi patut dibanggakan dan diapresiasi," imbuhnya.

Sepertinya Ara bertepuk sebelah tangan. Menurut ketua DPP PDIP itu, partai berlambang setangkai padi diapit 2 bulan sabit tidak menyia-nyikan kadernya.

"Dan baiknya, partainya pun mendukung dia, jadi dia akan tetap di PKS lah, tidak akan kemana-mana," tandas Ara sambil tertawa. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
kelompok menderita
Senin, 15 Maret 2010 | 21:11 WIB
Anda politisi muda yang kurang kontrol & hati2, ketika anda merasa paling benar anda lupa kalau tindakan pemerintah Khususnya, sa'at itu menghadapi situasi yang darurat/kritis sehingga pertimbangan yang tepat adalah, segi mudloroth dan menfe'at, shg ketika mengambil keputusan untuk menyetujui pengucuran bill out ada beberapa unsur yang kurang, tapi yang hasilkan adalah keslamatan negara dari dari krisis, seperti yang kita rasakan sekarang. tentu anda ingat ketika krisis 1998-1999 berapa orang menjadi korban, berapa orang tidak bisa berobat, sampai2 negara sekitar asia sudah pulih/sembuh Indonesia masih menderita berkepanjangan, saya ingat betul ketika itu aku masih diluar negeri, nilai tukar rupiah sa'at itu tidak ada harganya, kami kecewa betul melihat perilaku partai OPOSISI, anda tidak mendapat tempat dihati rakyat.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.