Selasa, 29 Mei 2012 | 02:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tifatul ‘Bela’ Obama, Kontroversi Menyeruak
Headline
Tifatul Sembiring - inilah.com
Oleh: Herdi Sahrasad
web - Jumat, 12 Maret 2010 | 15:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bukan Tifatul Sembiring kalau tidak kontroversial. Kali ini, Menteri Komunikasi dan Informasi itu bicara soal pentingnya menyambut Presiden AS Barack Obama. Kontroversi pun kembali menyeruak.
Obama dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada 20-25 Maret mendatang. Kunjungan ini memicu penolakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Mujahidin Indonesia dan elemen Islam puritan lainnya.
Namun politisi PKS, Tifatul Sembiring, justru mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyambut baik kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama ke Indonesia.
Tifatul mengimbau, dengan kedatangan presiden Barack Obama, Indonesia sebagai tuan rumah harus menyambut tamunya dengan baik, karena hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat bukan pada posisi berperang.
Tifatul juga membantah pernyataannya mengenai rencana penyambutan kedatangan Presiden AS Barack Obama sebagai sesuatu yang berlebihan. Apanya yang berlebihan?. Sebagai tamu negara, Obama wajib dihormati. Rasulullah saja menghormati Abu Jahal sebagai tamu, ujar Tifatul.
Namun pendapat berbeda diungkapkan pengamat politik Umar Hamdani. Kader usroh PKS itu mengingatkan agar Tifatul mawas diri dan tidak mudah berkomentar. Itu ironis dan dangkal. Akibatnya, saya khawatir PKS justru dicela publik dan konstituennya, papar Direktur LSIK (Lingkar Studi Islam dan Kultur), Ciputat itu.
Pernyataan Tifatul itu sedikit mengagetkan mengingat sewaktu menjadi Presiden PKS termasuk tokoh yang getol mendemo dan memprotes kebijakan luar negeri AS.
Tifatul bersilat lidah untuk mencari atensi istana dan menyelamatkan diri dari perombakan kabinet. Publik ingat bahwa dia sempat membuat SBY jengkel dengan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Konten Multimedia. Kini posisinya terjepit, kata peneliti Islam dan politik Muhamad Muntasir dari The New Indonesia Foundation.
RPM Konten Multimedia telah membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gerah. Dalam pidatonya baru-baru ini, SBY sempat menegur perilaku Tifatul yang tidak melaporkan rencana pembuatan RPM tersebut.
Muntasir, penulis buku -buku Islam dan lulusan Fisipol UGM, melihat Tifatul mulai goyah dengan langkah PKS di parlemen yang melawan kehendak Kubu Demokrat. Kini posisinya goyah, dan dia berusaha mempertahankannya, kata Muntasir. Apalagi SBY sudah didesak Partai Demokrat, PAN dan PKB agar memecat para menteri kabinet dari anggota koalisinya yang nakal.
Sikap Tifatul memang berseberangan dengan sejumlah tokoh ulama garis keras. Abu Bakar Baasyir, misalnya secara tegas menyatakan penolakannya atas rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia.
Sangat menolak sekali, karena Obama simbol yang memusuhi Islam, kata Baasyir. Ia juga menolak untuk bertemu Obama karena dianggap meneruskan kebijakan George Bush yang menjajah dunia Islam.
Begitu halnya para ulama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ribuan massa HTI pawai keliling Kota Bogor sejak pekan lalu. Mereka menuntut pemerintah Indonesia menolak kedatangan Barack Obama. Pawai yang menggunakan kendaraan roda dua ini sempat memadati kota hujan tersebut.
"Kami sangat menentang keras kedatangan Obama karena dia adalah presiden negara penjajah," demikian orasi dari HTI. Obama banyak mengingkari ucapannya untuk tidak melakukan penyerangan ke negara Islam dan tidak membantai ibu-ibu dan anak-anak. Namun ribuan korban sudah jatuh di Jalur Gaza," papar Rokhim Abdul Karim, Ketua DPD HTI Bogor.
Sikap Tifatul yang berbeda dengan para tokoh Muslim lainnya soal kunjungan Obama, jelas membuat publik bertanya-tanya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
5 Komentar
kadermu
Kamis, 18 Maret 2010 | 15:03 WIB
tul sadar tul... istighfar2x... jangan di butakan dengan jbatan. wah jadi mo pindah harokah ni
boykot
Kamis, 18 Maret 2010 | 14:53 WIB
wah bukan wong prihatin tu.... wong edan X yah. yang bkin runtem tu amerika yang sekarang di pimpin berak obama... mikir coy
Arie
Senin, 15 Maret 2010 | 13:50 WIB
Obama datang ke Indonesia sebagai pimpinan Negara besar yang ingin melakukan usaha damai dengan umat Islam ....Kenapa harus ditolak??? inilah kesempatan menyampaikan pandangan kita orang islam kepada pimpinan negara berpengaruh yang mempunyai latar belakang islam ..... SELAMAT DATANG MR. OBAMA DI INDONESIA...
obawel
Jumat, 12 Maret 2010 | 19:17 WIB
kapok milih pks,presidennya aja mencla mencle.emang empuk kursi menteri
Wong Prihatin
Jumat, 12 Maret 2010 | 17:08 WIB
Koq, orang indonesia goobblooknya minta ampun, Obama mau dateng aja ribut... Masya Alloh... buang2 energi. Coba donk energi dibuang kekegiatan yang lebih bermanfaat... Hei ormas Islam yang memboikot... tolong jangan bikin runyam bangsa Indonesia ini lagi. Pusing 10x...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.