INILAH.COM, Jakarta Transaksi saham Jumat (12/3) akhir pekan berakhir muram. Indeks saham gagal berbalik arah ke zona positif karena beratnya tekanan aksi profit taking investor. Pada perdagangan Jumat (12/3), IHSG

ditutup melemah 10,011 poin (0,37%) ke level 2.666,511. Indeks saham unggulan LQ 45

juga melemah 2,607 poin (0,50%) ke level 519,873.
Setelah di awal sesi perdagangan dibuka menguat 0,25% ke level 2.683, indeks bergerak turun akibat profit taking investor. Ahasil, setelah sempat bertengger di 2.669 pada sesi siang, IHSG terpaksa berakhir di 2.665.
Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG hari terkoreksi seiring
mixed-nya bursa regional. Aksi
profit taking investor pada saham-saham unggulan, menekan bursa. Hal ini terjadi setelah penguatan saham-saham tersebut yang cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya, katanya.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dukup aktif, dimana volume transaksi tercatat sebesar 9.725 juta lembar saham, senilai Rp 4.133 triliun dan frekuensi 101.139 kali. Sebanyak 102 saham naik, 81 saham turun dan 77 saham stagnan.
Semua sektor bergerak variatif, dimana sektor aneka industri memimpin pelemahan dengan turun 1,5%, disusul sektor infrastruktur yang turun 0,9%, finansial 0,7%, manufaktur 0,4%, konsumsi 0,06%. Sedangkan sektor properti memimpin penguatan, dengan naik 0,5%, diikuti sektor aneka industri dan perkebunan yang naik 0,3%, dan tambang yang naik 0,2%.
Beberapa emiten yang melemah antara lain Delta Djakarta (
DLTA) yang terkoreksi Rp1.000 ke Rp72.000, Astra International (
ASII) turun Rp 600 menjadi Rp 39.000, Sarana Menara Nusantara (
TOWR) melemah Rp525 ke Rp2.525, Gudang Garam (
GGRM) turun Rp300 ke Rp26.800, Telkom (
TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 8.400, United Tractor (
UNTR) turun RP 150 menjadi Rp 17.250, dan Bank Mandiri (
BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 4.750.
Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Astra Agro Lestari (
AALI) naik Rp250 menjadi Rp24.650, Indo Tambangraya (
ITMG) naik Rp 200 menjadi Rp 33.000, Unilever Indonesia (
UNVR) naik Rp100 ke Rp12.100, Perusahaan Gas Negara (
PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 4.025, dan Bhakti Investama (
BHIT) naik Rp 80 menjadi Rp 940.
Bursa-bursa regional sore ini bergerak cukup variatif. Indeks Shanghai melemah 37,87 poin (1,24%) ke level 3.013,41, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 18,46 poin (0,09%) ke level 21.209,74, indeks Nikkei-225 Jepang menguat 86,31 poin (0,81%) ke level 10.751,26 dan indeks Kospi di Seoul naik tipis 6,12 poin (0,37%) ke level 1.662,74. [mdr]