INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (12/3) rupiah ditutup pada kisaran 9.150 atau menguat 35 poin dibanding penutupan kemarin di kisaran 9.185.
Hal itu disampaikan Direktur Currency Management Fahrial Anwar saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (12/3). "Rupiah alami penguatan dan pada level konsolidasi di kisaran 9.150-9.200," ujar Farial.
Ia mengatakan,rupiah alami penguatan masih dalam kisaran terbatas. Sentimen positif seperti minat asing yang masih besar investasi di SBI, surat utang dan saham di Indonesia. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10 poin tapi berdampak kecil terhadap rupiah. "Masih belum ada sentimen seperti capital outflow yang dikhawatirkan. Selain itu, pelemahan indeks tidak akan buat rupiah alami tekanan," kata Fahrial.
Mata uang dolar AS yang cenderung melemah terhadap mata uang asing seperti euro turut mempengaruhi rupiah. Fahrial mengatakan, peluang rupiah kembali menguat masih terbuka. Fahrial meramal, rupiah berada di kisaran 9.130-9.230.
Untuk perdagangan rupiah pada pekan depan, Fahrial mengatakan, pelaku pasar harus hati-hati dalam mengambil posisi karena Indonesia ada hari libur. "Berbahaya bila ambil posisi over sehingga kemungkinan pergerakan rupiah relatif terbatas," kata Fahrial. [hid] [[indosat]]