inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bank Syariah Bukopin Butuh Modal Rp50 M

Headline
istimewa
Oleh: Agustina Melani
Jumat, 12 Maret 2010 | 17:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Syariah Bukopin mengharapkan ada tambahan modal yang masuk dengan jumlah minimal Rp50 miliar pada 2010.

Dengan tambahan modal tersebut, perusahaan diharapkan bisa menggenjot pertumbuhan kinerja keuangan lebih dari 60 persen. "Kita berharap ada tambahan modal pada tahun ini, jumlahnya paling minimal Rp50 miliar. Tapi kita sebenarnya maunya lebih, mungkin sebesar Rp100 miliar atau bahkan Rp200
miliar," kata Direktur Utama Bank Syariah Bukopin, Riyanto, usai RUPST di Hotel Harris, Jakarta, Jumat (12/3).

Riyanto menambahkan saat ini pihaknya masih menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan sebesar 30-40 persen pada 2010. Angka pertumbuhan itu, katanya, masih bisa dicapai dengan kondisi keuangan yang sekarang.

Per akhir tahun 2009, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank yang dimiliki oleh Bank Bukopin tersebut berada di level 13,10 persen atau jauh dari batas
minimum CAR yang ditetapkan oleh BI sebesar 8 persen. "Kalau kita mau tumbuh 30-40 persen, CAR kita masih cukup, paling akan berada di level 9 persen pada akhir tahun 2010," kata Riyanto.

Dengan tambahan modal di atas Rp50 miliar tersebut, Riyanto mengaku kinerjanya akan terdongkrak naik di atas 60 persen. "Kalau ada tambahan modal, maka kinerja keuangan kita akan ada tambahan pertumbuhan 30 persen (jadi 60 persen)," paparnya.

Riyanto menjelaskan tambahan modal ini bisa berasal dari mana saja, mungkin dari induk usaha, PT Bank Bukopin, atau bisa juga dari pemegang saham minoritas PT Jamsostek, atau mungkin bisa dua-duanya.

Dia mengaku Jamsostek memang sempat melakukan pendekatan ke Bukopin Syariah. Namun, lanjutnya, isu yang beredar justru menyebutkan jamsostek ingin masuk ke Bukopin (induk perusahaan) "Kalau itu urusan owner (pemegang saham) kita. Bisa saja dia (Jamsostek) masuk ke Bank Bukopin, lalu dananya dari Bank Bukopin dialirkan ke kita (Syariah Bukopin)," ujarnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.