INILAH.COM, Jakarta - Serangan yang terjadi pada Internet Explorer mendemonstrasikan bahwa versi 8 lebih aman daripada pendahulunya, terutama versi 6. Isu keamanan menjadi faktor yang memperburuk IE6, walau pangsa pasarnya masih saja tetap besar.
Wolfgang Kandek, CTO Qualys menulis Internet Explorer merupakan aplikasi jelajah berusia 10 tahun. Beda dengan pendahulunya Internet Explorer terbaru memiliki banyak fitur keamanan tambahan dan juga didukung oleh Microsoft SDL (Security Development Lifecycle).
Teknologi CSS dan Javascriptnya memberikan kekuatan yang lebih baik daripada Internet Explorer 6 atau bahkan Internet Explorer 7 dan tangguh untuk tipe aplikasi Web 2.0.
Seorang ahli lain di Symantec Security Response, Joshua Talbot setuju dengan pernyataan Kandek bahwa Internet Explorer 6 tidak memiliki fitur keamanan yang diimplementasikan di versi terbaru seri IE.
Sebagai contoh, Pencegahan Eksekusi Data (DEP) dan Mode Perlindungan. DEP membuat sistem lebih sulit bagi penyerang untuk mengeluarkan memori korup yang rentan, sementara Mode Perlindungan membatasi apa yang bisa dilakukan penyerang jika mereka mampu memperoleh akses dalam proses Internet Explorer.
Microsoft tetap stabil meskipun dalam hitungan menit terus menurun pangsa pasarnya dari bulan ber bulan, sementara rival web semacam Firefox dan Chrome melanjutkan untuk memperoleh keuntungan.
Hingga kini Microsoft masih memegang angka penjualan yang signifikan hampir sebesar 62%, dua kali lebih banyak dari pangsa milik Firefox yang berada di urutan kedua.
Jika pengguna melihat lebih dalam ke data pangsa pasar aplikasi jelajah, secara spesifik Internet Explorer 8 berada di posisi paling atas dalam daftar dengan lebih dari 22% pasar. [ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !