inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

S&P Naikkan 'Sovereign Credit Rating' Indonesia

Headline
istimewa
Oleh:
Jumat, 12 Maret 2010 | 18:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poors (S&P) menaikkan long-term foreign currency rating Indonesia menjadi BB dari semula BB- dan long-term local currency tetap di BB+.

Hal ini disampaikan Dyah N.K Makhijani, Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, dalam siaran persnya, Jumat (12/3). Dijelaskan outlook untuk kedua rating ini ditetapkan positif. Dengan peningkatan rating ini, Indonesia tinggal 2 notch lagi menuju investment grade, dan outlook positif menunjukkan bahwa besar kemungkinan Indonesia untuk memperoleh peningkatan rating lagi dalam 1 tahun ke depan.

Sovereign analyst utama S&P untuk Indonesia, Agost Benard, mengatakan bahwa faktor utama peningkatan rating ini adalah rasio utang pemerintah yang secara bertahap terus membaik, peningkatan cadangan devisa yang menunjang penurunan tingkat kerentanan terhadap shock, disertai historikal pengelolaan kebijakan fiskal yang berhati-hati.

Menanggapi peningkatan rating ini, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A. Sarwono menyatakan bahwa upgrade dari S&P sudah sesuai dengan ekspektasi dan memang sudah selayaknya dinaikkan mengingat peringkat Indonesia oleh S&P tercatat lebih rendah dibandingkan dengan peringkat yang ditetapkan Moodys (Ba2/stable) dan Fitch (BB+/stable).

Yang patut menjadi perhatian adalah outlook positif yang diberikan S&P, di mana outlook tersebut merefleksikan ekspektasi positif S&P bahwa agenda reformasi struktural, kebijakan fiskal dan ekonomi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang lebih tinggi diyakini akan terus berjalan seiring menurunnya tekanan politik yang diyakini hanya merupakan distraksi temporer.

Dengan fundamental makroekonomi yang terjaga, likuiditas eksternal yang semakin menguat, rasio utang Pemerintah yang secara bertahap terus menurun, serta didukung kebijakan fiskal yang berhati-hati dan kelancaran pelaksanaan reformasi struktural, diharapkan dapat menyokong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dalam satu tahun mendatang sehingga momentum positif dapat terus terjaga untuk peningkatan rating selanjutnya terkait upaya mencapai target investment grade. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.