INILAH.COM, Jakarta - Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Ugan Gandar meminta pemerintah segera mencari pengganti Komut Pertamina Sutanto dan Komisaris Gita Wiryawan yang saat ini sudah mengisi jabatan lain di pemerintahan.
"Memmbiarkan kursi dewan komisaris Pertamina kososng terlalu lama bisa menghambat kinerja pengawasan komisaris terhadap Pertamina," ujarnya di jakarta, Jumat (12/3).
Dia mensinyalir lamanya kekosongan di kursi dewan komisaris ini karena adanya tarik-menarik dan kepentingan politis. "Sebaiknya perlu ada penyegaran pada posisi dewan komisaris Pertamina dan kami meminta agar orang orang politik atau titipan partai yang ada pada posisi komisaris saat ini diganti dan selanjutnya menempatkan orang yang profesional, mengerti bisnis migas, masih enerjik," ujarnya.
Dia juga menyayangkan adanya upaya direksi Pertamina yang akan menjual anak-anak perusahaan Pertamina seperti Patra Jasa yang tahun lalu masih menghasilkan laba sekitar Rp50 miliar. "Sepertinya ada skenario untuk melemahkan Pertamina dengan cara yang sistematis, di mana pada tahap pertama dilakukan dengan mengalihkan bisnis-bisnis Pertamina ke anak anak perusahaan, kemudian anak-anak perusahaan tersebut dijual. Jika dikaji lebih dalam, tindakan ini akan merugikan bangsa. Kami meminta agar Pemerintah dan elit politik turun tangan untuk mencegah terjadinya hal ini." [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !