inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Dekom Pertamina Harus Lolos Fit & Propert Test

Headline
istimewa
Oleh:
Jumat, 12 Maret 2010 | 18:28 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dewan Komisaris Pertamina yang belum mengganti Sutanto dan Gita Wirjawan dinilai karena adanya tarik-menarik dari berbagai pihak. Penggantinya harus lolos fit and proper test independen.

Hal itu ditegaskan Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) Sofyano Iskandar di Jakarta, Jumat (12/3). "Meyakini adanya tarik menarik kepentingan dalam mengisi jabatan pada dekom pertamina. Orang yang duduk pada posisi dekom atau direksi Pertamina berarti terbuka peluang utk kecipratan rezeki besar dari Pertamina makanya banyak pihak akan berjuang dan berupaya keras mendudukan orangnya pada posisi penentu di Pertamina," katanya.

Pertamina sebagai BUMN besar yang kinerjanya cukup diandalkan untuk negara ini banyak diperebutkan kelompok tertentu. Sebab dengan menempatkan orang di posisi manajemen maka akan lebih mudah mengakses sumber pendanaan untuk kepentingan tertentu. Walaupun untuk tujuan tersebut memerlukan perjuangan tidak ringan.

"Karena itu sebaiknya (Presiden) SBY juga memberlakukan fit and proper test untuk jabatan Dekom Pertamina. Jika perlu fit and proper test diserahkan ke lembaga independen setelah lebih dulu ada screning dari pihak Badan Intelijen Negara," jelasnya.

Sofyano mengharapkan posisi di strategis dalam manajemen Pertamina harus diisi oleh tenaga-tenaga yang sesuai bidangnya. Termasuk untuk posisi Dekom Pertamina harus diisi orang yang sudah berpengalaman dan tidak harus dari kalangan profesional muda. "Sebaiknya pula posisi Dekom Pertamina diisi oleh seseorang yang usianya di atas 45 tahun tetapi tidak lebih dari 55 tahun agar ada kematangan sikap perilaku dan pemikiran," katanya.

Mengenai penjualan anak perusahaan Pertamina harusnya ini dilakukan untuk anak perusahaan yang selama 3 tahun terakhir dibuktikan rugi. Untuk itu sebaiknya pemerintah melebur seluruh anak perusahaan pertamina ke dalam
satu perusahaan agar terjadi efisiensi dan mudah dalam pengawasan. "Jadi tidak seperti saat ini yang terlalu banyak anak dan cucu perusahaan di Pertamina," tuturnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.