inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Kepercayaan Terhadap Yunani Angkat Bursa Asia

Headline
istimewa
Oleh: Vina Ramitha
Jumat, 12 Maret 2010 | 20:48 WIB
INILAH.COM, Tokyo Bursa Asia menguat, di tengah spekulasi bank sentral Jepang menggelontorkan dana ke sistem keuangan. Kepercayaan atas kemampuan Yunani mengatasi defisit anggaran, membawa mata uang emerging market menguat.

Pada perdagangan Jumat (12/3) di Tokyo, indeks MSCI Asia Pasifik (APAC) naik 0,3% ke 123,24. Hal ini dipicu penguatan indeks Nikkei Jepang hingga 0,8%. Yen melemah terhadap semua 16 mata uang yang paling sering diperdagangkan. Ringgit Malaysia naik 0,4% ke 3.307 per dolar AS yang level tertingginya selama 19 bulan terakhir.

Mata uang emerging market menguat karena meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kemampuan Yunani untuk mengatasi utang negara. Hal ini memicu naiknya permintaan atas aset-aset bermasalah. Aliran dana untuk pasar negara berkembang dan obligasi berimbal hasil tinggi mencapai level tertinggi, sejak Emerging Portfolio Fund Research (EPFR) Global melakukan pencatatan satu dekade lalu.

Bank of Japan (BoJ) disinyalir sedang mencari cara mengucurkan kredit hingga 10 triliun yen (US$110 miliar) ke perbankan nasional. Hal ini akan dibahas dalam pertemuan 16-17 Maret mendatang. Namun, Menkeu Naoto Kan mengatakan intervensi merupakan pilihan.

Berdasarkan data EPFR Global, pasar negara berkembang dan obligasi berimbal hasil tinggi masing-masing menelan US$1 miliar pada pekan yang berakhir 10 Maret. Analis MU Investments Co. Hiroshi Morikawa optimistis terhadap segala langkah yang ditempuh BoJ untuk mengembalikan apresiasi yen. Ekonomi terus pulih, investor takkan bearish, katanya kepada Bloomberg, Jumat (12/3).

Indeks Topix Jepang naik 0,6%, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,1%. Sedangkan bursa Fipilina turun 1,7% setelah bank sentral negara tersebut mengurangi kredit perbankan dan mempertimbangkan pengetatan likuiditas.

Di Jepang, spekulasi kebijakan pemerintah akan melemahkan yen malah mendukung kenaikan saham otomotif. Saham Nissan Motor Co. yang 57% pemasukannya dari Amerika Utara dan Eropa, naik 2,4% ke 764 yen. Honda Motor Co. naik 0,9% ke 3.300 yen.

Di antara 10 sektor yang dipantau di indeks MSCI APAC, perusahaan kesehatan memimpin kenaikan karena spekulasi RUU kesehatan milik Presiden Barack Obama bakalan sulit dikabulkan parlemen. Produsen obat terbesar Asia, Takeda Pharmaceutical Co., naik 1,5% ke 4.135 yen di Tokyo. Kenaikan perusahaan yang 34% pemasukannya dari Amerika Utara ini merupakan yang terbesar kedua di MSCI APAC.

Membaiknya sentimen Eropa juga membuat investor global membeli aset Korea senilai US$711 juta lebih banyak ketimbang yang mereka jual dalam empat hari terakhir. Penjualan bersih untuk bulan ini telah mencapai US$1,4 miliar.

Kepala Riset Credit Agricole CIB Hong Kong untuk negara berkembang, Sebastien Barbe mengatakan, hal ini merupakan cara pasar untuk menerjemahkan perbaikan di Eropa. Sehingga terjadi penguatan permintaan aset emerging market, katanya.

Imbal hasil obligasi 10 tahun di Jerman mencapai 3,2% kemarin atau di level yang tertinggi sejak 23 Februari. Hal ini merupakan sinyal investor mencari aset yang lebih beresiko setelah Yunani memangkas defisit anggarannya. Utang negara itu mencapai 12,7% PDB yang merupakan terbesar di antara negara anggota Uni Eropa (UE). Padahal UE membatasi utang tak boleh lebih dari 3%. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.