Selasa, 29 Mei 2012 | 02:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Legislator PAN di Jember Protes Pemakaian Batik
Headline
inilah.com
Oleh:
web - Jumat, 12 Maret 2010 | 20:28 WIB
INILAH.COM, Jember - Sidang paripurna penetapan Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati dan Pansus Tata Tertib di DPRD Jember, Jumat (12/3), diwarnai interupsi. Legislator Partai Amanat Nasional memprotes pemakaian batik oleh sebagian anggota Dewan.

Begitu Lukman Winarno, Wakil Ketua DPRD Jember, selesai membacakan pidato pembuka, legislator PAN Abdul Ghafur langsung menginterupsi. Ada tiga hal yang dia pertanyakan, salah satunya adalah masalah pemakaian baju batik.

"Sampai hari ini belum pernah saya temukan pasal soal pakaian batik. Kita belum pernah memutuskan bahwa rapat paripurna harus menggunakan batik," kata Ghafur lantang.

Ghafur memertanyakan kenapa anggota Dewan menurut saja dengan ketentuan Sekretariat DPRD Jember. Padahal secara resmi, Jumat ini pakaian yang dipakai adalah pakaian sipil resmi sesuai ketentuan tata tertib DPRD Jember.

Ghafur juga memprotes rencana penetapan Pansus Tata Tertib DPRD Jember. Seingat kami, Pansus DPRD masih ditetapkan beberapa waktu lalu, dan kerjanya belum selesai. Apa perlu ada penetapan kembali, karena tugas tatib belum selesai. Jadi saya ingin tahu asbabun nuzul ditetapkan kembali, itu ada perkara apa?" katanya.

Ghafur juga menyentil pimpinan DPRD Jember. Ia memertanyakan ketidakhadiran Ketua Dewan Saptono Yusuf. Sidang paripurna memang hanya dipimpin tiga wakil ketua.

"Rasanya seperti sayur tanpa garam, kalau tidak ada ketua. Kalau ada alasan yang bisa diterima, kami bisa terima (absennya Saptono). Kalau tidak, rapat paripurna ditunda tidak masalah," kata Ghafur.

Lebih jauh, Ghafur 'menembak' surat resmi lembaga yang dikeluarkan dengan tandan tangan wakil ketua, dan bukan ketua. Menurutnya, seharusnya surat lembaga adalah tanda tangan ketua. "Bab 16 pasal 126 tatib kita, tak ada surat kecuali ditandatangani ketua DPRD," katanya.

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Ayub Junaidi meminta sidang paripurna tetap dilanjutkan tanpa ketua. "Pimpinan Dewan adalah koletif kolegial," katanya.

Lukman Winarno mengaku sudah menunggu kehadiran Saptono, namun yang ditunggu tak juga datang. Selain Saptono, ada 12 anggota Dewan yang tak hadir.

Soal ditetapkannya Pansus Tatib, kata dia, "Dalam rapat Banmus, pansus yang kita bentuk kita tetapkan kembali seiring keluarnya peraturan pemerintah nomor 3/2010," katanya.

Soal batik, Wakil Ketua DPRD Jember lainnya Miftahul Ulum menegaskan, sudah ada ketentuan secara nasional bahwa pakaian dinas harian untuk Kamis dan Jumat adalah batik. [beritajatim.com/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.