INILAH.COM, Jakarta - Lantai perdagangan bursa dalam sepekan ini banyak diwarnai sentimen positif, kendati pda akhir pekan terkoreksi oleh maraknya aksi ambil untung.
"Dalam sepekan ada beberapa sentimen yang mengangkat indeks, seperti laporan kinerja emiten dan dampak dari publikasi kinerja keuangan itu. Terutama yang terkait saham-saham blue chip" ujar analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah, ketika dihubungi INILAH.COM, Jumat (12/3) petang.
Selain itu, Alfiansyah mengatakan, keadaan politik yang telah mereda terutama dengan adanya keputusan Century dalam Sidang Paripurna DPR RI juga menjadi sentimen positif bagi IHSG.
"Dari sisi makro, angka inflasi Februari yang berada diluar ekspektasi pasar serta kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan. Itu juga menjadi sentimen positif," paparnya.
Sementara faktor eksternal seperti penguatan indeks regional dan Wall Street yang ditopang dengan banyaknya data ekonomi positif, juga menyumbang penguatan indeks. Ditambah lagi dengan semakin stabilnya harga komoditas dunia. "Keterpurukan Yunani juga sudah membaik," tuturnya.
Dalam sepekan ini, IHSG naik mendekati 100 poin dan pada akhir perdagangan pekan ini terkoreksi turun 10,01 poin (0,37%) ke 2.666,51. "Hari ini dibayangi ambil profit, apalagi pada saham-saham blue chip," ujarnya. [mre/cms][[indosat]]