INILAH.COM, Makassar - Akhirnya Tersangka yang selama ini dinilai polisi sebagai otak kerusuhan di Makassar sepekan lalu, Kamaruddin alias Kamacappi alias Ashari Setiawan tertangkap juga.
Mantan Narapidana yang belakangan aktif sebagai penggiat unjuk rasa atas nama Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Germak) ini dibekuk polisi dari tim unit khusus Polwiltabes Makassar, Jumat siang (12/3).
Kamacappi yang sebelumnya dikenal pelaku pencurian motor (curanmor) ulung di wilayah Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar ini dijemput dari kota perbatasan, Patalassang Kabupaten Jeneponto, di luar Kota Makassar.
Dijemput dengan enam unit mobil. Kamacappi sendiri menumpang mobil Avanza Hitam dengan nomor poliis DD 1142 IT. Bersama tiga rekannya yang lain Kamacappi langsung digelandang ke Mapolwiltabes Makassar. Tiba di Makassar sekitar pukul 17.45 Wita.
Sementara itu, Aisyah Amin SH salah seorang dari dua kuasa hukum Kamacappi ini telah lebih dulu tiba di Mapolwiltabes Makassar menunggu kliennya. Aisyah Amin SH sebelumnya juga kuasa hukum Kamacappi, mantan Napi spesialis Curanmor dan berkali-kali kakinya menjadi sasaran timah panas polisi ini sejak tahun 2006 lalu.
"Sebenarnya selama ditetapkan sebagai tersangka, Kamacappi menenangkan diri di Kabupaten Jeneponto. Awalnya bermaksud menyerahkan diri namun rupanya lebih dulu diendus polisi keberadaannya," ujar Aisyah Amin SH.
Kabupaten Jeneponto sendiri, jaraknya sekitar 250 kilometer dari Kota Makassar yang rupanya selama namanya disebut-sebut polisi sebagai pemicu rusuh di Makassar, bersembunyi di rumah salah seorang keluarganya di Kabupaten Jeneponto ini.
Seperti diketahui, Kamacappi alias Ashari Setiawan alias Kamaruddin ini disebut biang kerusuhan sejak aksi-aksi skandal Bank Century sepekan lalu di Makassar. Kamacappi adalah buronan anggota Densus 88 karena usai aksinya di depan kampus Universitas 45, nyaris merusak dan membakar mobil hingga akhirnya dikejar anggota Densus 88 bernama Aipda Sutriman.
Kamacappi kemudian lari menyembunyikan diri di wisma HMI Cabang Makassar di jl Boto Lempangan. Wisma ini pun jadi sasaran amuk polisi. Yang keesokan harinya kemudian, akibat pengrusakan di wisma HMi oleh polisi ini, memicu aksi-aksi mahasiswa dan polisi akhirnya jadi sasaran. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !