inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Bikin AS Ketar-ketir

Jihad Jane, Kehebatan Al Qaeda

Headline
Colleen R LaRose - reuters.com
Oleh: Vina Ramitha
Sabtu, 13 Maret 2010 | 08:36 WIB
INILAH.COM, Washington - Keberadaan Colleen R LaRose atau yang lebih dikenal sebagai Jihad Jane dan Fatima Rose, merupakan bukti kehebatan Al Qaeda. AS pun tambah ketar-ketir.
Rambut pirang dan mata hijau, Colleen terlihat sangat tipikal Amerika. Tak ada yang menyangka di balik penampilan fisik itu ternyata tersimpan sebuah semangat ekstremisme yang kental.
Bahkan ia sendiri mengakui, seperti dikatakan Biro Penyelidikan Federal (FBI), bahwa penampilan itu membuatnya membaur dengan yang lain. Sehingga, ia bisa memenuhi apa yang menjadi panggilan hatinya.
Paspor berbendera the star spangled banner juga membuat Colleen dengan mudahnya keluar-masuk AS tanpa ada yang curiga. Hal inilah yang membuat otoritas Amerika khawatir, adanya kemungkinan radikal Islam sudah merasuk ke dalam bangsa adidaya itu. Sayangnya, otoritas selalu berpikir potensi perekrutan terbesar terjadi pada kaum adam.
Menurut penasihat senior Transnational Threats Project di Center for Strategic and International Studies (CSIS) Juan Carlos Zarate, isu konversi AS ke Islam radikal bukanlah sesuatu yang baru. Dalam kasus ini, yang baru adalah penggunaan perempuan berusia paruh baya, katanya, Jumat (12/3).
Dakwaan yang baru dilayangkan ke pengadilan pada 4 Maret lalu berisi tuntutan terhadap Colleen dan sejumlah konspirator lainnya. Dokumen yang dirilis awal pekan tersebut menyatakan Colleen dan kawan-kawannya melakukan perekrutan melalui internet untuk melaksanakan jihad ekstremisme di Asia dan Eropa.
Colleen menerima perintah langsung untuk membunuh warga negara Swedia. Ia berpergian ke negara itu dan membuntuti target dengan tujuan untuk menghabisi nyawanya.
Pihak berwajib menyatakan, targetnya adalah kartunis Lars Vilks yang menggambar kartun Nabi Muhammad berbadan anjing. Dalam e-mail kepada kaki tangannya, Colleen mengatakan ia akan melaksanakan misi ini hingga sukses atau setidaknya tewas ketika mencobanya.
Terkait plot itu, tujuh orang ditahan di Irlandia pada Selasa (9/3) lalu. Kepolisian Irlandia hanya mengatakan dua tersangka berkebangsaan Algeria, dua dari Libya, seorang Palestina, Kroasia, dan seorang perempuan Amerika yang menikah dengan salah satu pria asal Algeria.
Colleen sendiri selama beberapa waktu belakangan ini berdomisili di Pennsburg, tak jauh dari Philadelphia, AS. Dakwaan pengadilan menyatakan perempuan itu perlahan berubah menjadi radikal setelah makin akrab dengan internet dan berkomunikasi dengan sumber-sumber Islam yang tersebar di seluruh dunia.
Pada Juni 2008, Colleen memposting komentar di sebuah klip pada situs YouTube atas nama JihadJane. Isinya, sebuah keinginan untuk membantu Muslim yang menurutnya tersiksa. Selanjutnya, langkah Colleen makin mantap. Ia bahkan setuju menikahi salah satu kawannya untuk mempermudah akses masuk ke Eropa.
Pada Agustus 2009, ia sudah berada di Swedia dan menyusun rencana untuk menyerang Vilks. Colleen ditangkap di Philadelphia pada 16 Oktober 2009. Langkahnya ini malah menginsipirasi perempuan lainnya, terutama yang dari Amerika. Seperti Lynne Stewart dan Aafia Siddiqui.
Lynne adalah seorang pengacara yang dituding membantu komunikasi seorang tahanan, Sheikh Omar Abdel Rahman untuk berkomunikasi dengan para pengikutnya. Sedangkan Anna, ilmuwan Pakistan, menembak personel militer AS di Afghanistan sambil meneriakkan, Death to Americans!.
Keduanya tak memiliki jalinan komunikasi dengan radikalis lainnya maupun terlibat dalam plot pembunuhan yang disusun Colleen. Di dalam dokumen dakwaannya, Colleen memang dinyatakan tak memiliki hubungan dengan kelompok teroris manapun. Tak jelas darimana perempuan itu bisa mendapatkan pemikiran radikal.
Upaya antiterorisme AS yang makin gencar membuat ekstremis Islam kesulitan masuk ke Amerika. Dengan demikian, solusinya adalah melakukan rekrutmen pribumi. Hal ini merupakan respons yang wajar dari kelompok seperti Al Qaeda, tutur asisten dosen yang mempelajari keamanan internasional di Tufts University, William Martel.
Bagaimanapun, menurut Martel, upaya itu membuat potensi perekrutan di AS makin tinggi. Bukan tak mungkin, radikalis malah berusaha membongkar isi perut Amerika dengan sengaja menyerahkan diri agar bisa mengintip seluk beluk rahasia sel terorisme negeri itu. [mdr][[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
lili @ Jumat, 14 Mei 2010 | 13:46 WIB
nur jahan - 16/03/10 09:46 deadth kristen,of united american south SAYA HERAN DGN INILAH..KOMENTAR SEPERTI INI MASIH BISA DIMUAT? MEMALUKAN!!!
nur jahan @ Selasa, 16 Maret 2010 | 09:46 WIB
deadth kristen,of united american south
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.