INILAH.COM, New York - Laporan ekonomi yang mixed menyebabkan perdagangan akhir pekan di Wall Street bergerak tipis.
Mengutip AP, angka penjualan ritel dan keyakinan konsumen memberikan sedikit harapan baru terhadap kondisi perekonomian kepada para investor. Namun, laporan-laporan tersebut ternyata belum cukup kuta untuk mendorong pasar ke arah penguatan yang lebih tinggi, di mana Standard & Poor's 500 indeks ditutup pada level tertingginya dalam 17 bulan terakhir pada perdagangan kemarin.
Indeks merosot Jumat, tetapi Dow Jones Industrial Average naik hampir mendekati 13 poin. Saat itu, indikator saham utama naik selama sepekan setelah investor lebih optimis melihat pemulihan keuangan perbankan. Saham Citigroup Inc naik 13,4% selama sepekan.
Saham menguat pada awal perdagangan Jumat setelah terjadi kejutan terhadap kenaikan penjualan ritel pada Februari. Departemen Perdagangan mengatakan penjualan ritel naik 0,3 persen pada Februari, sementara para analis memperkirakan terjadi sedikit penurunan.
Sebuah laporan menyatakan akan terjadi pelemahan sentimen konsumen akibat terjadinya kekecewaan para investor terhadap kondisi ini. Berdasarkan surevei Reuters yang bekerjasama dengan University of Michigan, dilaporkan bahwa indeks sentimen konsumen pada Maret akan turun menjadi 72,5 dari 73,6 pada akhir Februari.
Para investor juga mengecewakan laporan Departemen Perdagangan yang menyatakan bahwa cadangan tidak berubah. Sementara ekonommemprediksi akan terjadi kenaikan. Analis memperkirakan bahwa bisnis akan bergerak kembali dan akan kembali mengisi toko-toko secara konsisten, yang akan menjadi sinyal positif bagi perekonomian.
Para investor saat ini tengah mengumpulkan sebanyak-banyaknya mengenai data ekonomi. Pasar awal pekan ini naik tinggi setelah Departemen Tenaga Kerja mengatakan data pengangguran AS turun jauh lebih baik dibanding perkiraan. Tetapi perdagangan terlihat tengah istirahat sejenak.
Neil Menard, pemilik Steben & Co di Rockville, Md, mengatakan pasar akan bisa terus menguat sampai investor melihat perbaikan terhadap bursa tenaga kerja. Dia melihat sedikit kepercayaan terhadap saham dengan mengamati perkembangan pasar selama dua pekan ini. "Ada sebuah kekurangpercayaan terhadap pasar. Semua orang masih bersikap menunggu," ujarnya.
Dow ditutup naik 12,85 atau 0,1 persen ke level 10,624.69. Indeks S & P 500 melemah 0,25 atau kurang dari 0,1 persen ke level 1.149,99. Indeks komposit Nasdaq turun 0,80 atau kurang dari 0,1 persen ke level 2.367,66.
Selama pekan ini, Dow sudah naik 0,6 persen, indeks S & P 500 naik 1 persen dan didominasi saham teknologi, di mana Nasdaq naik 1,8 persen.
Harga obligasi terjadi mixed. Hasil benchmark Treasury berjangka 10 tahun turun menjadi 3,70 persen dari 3,73 persen pada Kamis malam. Minyak mentah turun 87 sen ke harga US$81,24 per barel di New York Mercantile Exchange. Sebagian besar dolar jatuh terhadap mata uang utama lainnya, sementara harga emas turun.
Saham miwed pada awal pekan ini setelah sebuah perusahaan asuransi American International Group Inc menjual salah satu divisinya yang ada di luar negeri kepada Metlife Inc seharga US$15,5 miliar.
Pasar naik Selasa dan Rabu dan Kamis berakhir naik setelah CEO Citigroup mengatakan banknya mencatatkan keuntungan. Sementara Citigroup ini adalah bank yang paling terpukul selama krisis keuangan terjadi.
Pekan depan bisa memberikan sinyal penting terhadap ekonomi. Suku bunga Federal Reserve akan melakukan rapat komite pada Selasa. Meskipun para pembuat kebijakan yang hampir pasti akan menaikkan suku bunga yang selama ini dipertahankan di tingkat terendah 0%, investor masih perlu menunggu pernyataan kebijakan dalam rapat.
Bahkan sedikit pernyataan Fed mengenai berapa lama mereka akan mempertahankan suku bunga rendah ini akan menggerakkan pasar. [cms][[indosat]]