INILAH.COM, Jakarta - Kepolisian dinilai tidak serius menangani teroris di Aceh. Salah satu indikasinya adalah terjadinya aksi baku tembak antara kepolisian dengan teroris.
Hal ini diungkapkan mantan teroris pembajakan pesawat Woyla, Umar Abduh dalam dialog 'Masih Ada Teroris' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (13/3). Menurut Umar, jika kepolisian memang benar-benar serius menangani teroris seharusnya melalui alat yang dapat mendeteksi logam yang dimiliki kepolisian harusnya sudah bisa mengepung teroris di Aceh.
"Jadi harusnya dikepung bukan didorong dengan melakukan baku tembak. Seharusnya kalau sudah tahu nggak perlu digembar-gemborkan adanya teroris di Aceh," imbuhnya.
Selain itu, tutur dia, dalam menangani teroris ini Kepolisian juga terkesan menunjukan nafsu membunuh. "Ada baiknya ditangkap hidup-hidup bukan ditembak mati," imbuhnya.
Ia juga berharap kepolisian telah menyatakan Umar Patek sudah terendus. Seharusnya Kepolisian dapat menangkap Umar Patek hidup-hidup, tidak ditembak mati seperti Dulmatin, Noordin M Top dan lainnya. [win/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !