Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:13 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Badai Matahari 2012 Bukan Penyebab Kiamat
Headline
istimewa
Oleh: Ellyzar Zachra PB
web - Sabtu, 13 Maret 2010 | 19:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta Tingkat bahaya badai matahari pada 2012 akan tergantung dari kompleksitas saat itu. Yang patut diwaspadai adalah ledakan matahari itu mengarah ke bumi atau tidak.

Kepala Sains Atmosfer LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Thomas Djamaluddin mengatakan ledakan matahari bisa terjadi kapan saja sepanjang siklus matahari. Puncak dari siklus itu akan terjadi pada 2012 dan 2013, tapi tidak akan membuat bumi kiamat.

Isu kiamat di 2012 tidak punya dasar ilmiah. Menurut saya ini sungguh tidak masuk akal, katanya saat dihubungi INILAH.COM dari Jakarta . Thomas memberikan alasan aktivitas matahari terjadi dalam periode 11 tahun.

Badai sudah terjadi di 1989-1991, 2000-2003 dan 2012-2014. Pada 1989 bintik matahari tercatat sebanyak 120, kemudian tahun selanjutnya 75 dan kemungkinan besar juga akan terjadi penurunan pada siklus ini. Jumlah itu berhubungan dengan perilaku matahari. Namun sampai saat ini belum ada yang bisa menjelaskan mengapa terjadi perubahan jumlah bintiknya.

Matahari itu bukan bola padat melainkan bola plasma. Kalau sederhananya, bola gas di mana terjadi aktivitas magnetik yang saling tarik menarik. Nah gaya yang terjadi selalu berubah-ubah berdasarkan rotasi matahari, katanya.

Pada saat tertentu, medan magnet mencapai titik yang tinggi sehingga menimbulkan ledakan. Nah, ledakan yang mengarah ke bumi itu disebut sebagai matahari. Badai ini mengganggu aliran magnetik, ion atmosfir dan sebagainya, ulasnya.

Thomas menyatakan, tingkat bahaya badai matahari tergantung dari kompleksitas pada saat itu. Yang patut diwaspadai adalah ledakan matahari itu mengarah bumi atau tidak. Seperti pada badai besar di November 2003, tidak berdampak besar karena tidak mengarah ke bumi.

Kita tidak bisa mengetahui jauh-jauh hari, biasanya beberapa saat sebelum ledakan baru bisa diketahui mengarah ke bumi atau tidak. Ada jeda waktu antara ledakan sampai dampak ke badai matahari. Saat ini belum bisa diketahui karena medan elektromagnetiknya masih lemah. Baru bisa diketahui pada saat puncak siklus, katanya.

Thomas menegaskan badai itu tidak berdampak langsung pada masyarakat. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa ada dampak langsung pada manusia akibat badai matahari ini.

Lalu apakah RI yang di ekuator rawan badai matahari? Thomas menyebut dampak paling besar dirasakan oleh negara yang posisi lintangnya tinggi seperti Amerika, Kanada, Rusia dan Eropa.

Kalau ekuator, seperti Indonesia secara umum tentu saja aman. Karena partikel partikel muatan masuk melalui daerah kutub. Sehingga semakin jauh dari kutub tentu saja semakin tidak terkena dampak badai matahari ini, tandasnya.

Untuk mengetahui badai matahari itu Thomas menyatakan diamati melalui Solar Patrol atau Patroli Matahari. Mereka mengamati matahari dengan menggunakan teleskop dengan filter khusus. Pengamatan itu untuk mengetahui panjang gelombang. Selain itu satelit juga bisa setiap saat melihat ledakan.

Astronomi IPB (Institut Pertanian Bogor) pernah meneliti mengenai perilaku aktivitas matahari dan dampak yang terjadi. Kalau LAPAN meneliti bagaimana aktivitas matahari mempengaruhi komunikasi, navigasi, iklim dan lain lain, katanya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
Epen
Selasa, 28 Juni 2011 | 21:14 WIB
mending smua bertobat soalnya kiamat bisa kpn aja lho!kiamat menyerang tanpa kasihan percuma org yg diamerika sediakan buker buat selametin diri dengan uang?uang?uang ga akan berguna saat ada kematian
virgy
Selasa, 7 September 2010 | 12:45 WIB
Memang bukan badai matahari alasan terjadinya kiamat... tetapi kiamat terjadi karena kehenda Allah S.W.T. Serahkan semuanya kpd-nya...
LAILY MUATA'ADAH
Kamis, 19 Agustus 2010 | 10:34 WIB
Yaaaa Allah semoga saya dan seluruh umat islam mu yang senantiasa berdoa dan menjunjung adat agamamu bisa terhindar dari kiamat besarmu , Jikalau kiamat terjadi saya tak ingin merasakannya y Allah biarkan saya dan orang tua say mati dengan tenang dan tergolong hambamu yang beriman , saya mengakui banyak dosa yang telah saya perbuat Ampuni saya y ALLAH amin
Redho
Minggu, 15 Agustus 2010 | 06:00 WIB
Semoga 2012 bukan kiamat benaran?.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.