INILAH.COM, Jakarta - Bumi memasuki periode panjang peningkatan aktivitas seismik yang akan memicu lebih banyak gempa bumi besar beberapa tahun ke depan, sebuah laporan menyebutkan.
Laporan tersebut dipublikasikan oleh agensi berita Rusia RIA Novosti, yang menyebut wilayah di sekitar laut Pasifik sebagai titik potensial yang kemungkinan akan mengalami gempa bumi dan tsunami beberapa tahun ke depan.
Disebutkan, zona seismik Pasifik termasuk Rusia di teritorial Kamchatka dan Chukotka, negara bagian Amerika Serikat Alaska dan di sepanjang pantai negara-negara Amerika Selatan akan menghadapi aktivitas seismik yang muncul seiring dengan masa bumi memasuki periode lain dalam aktivitas tektonik.
Aktivitas seismik di lempeng Pasifik mengalami peningkatan dalam tahun-tahun terakhir yang berarti bumi memasuki periode lain dalam aktivitas tektonik. Prosesnya sangat panjang yang bisa memakan waktu tahunan, ujar Vladimir Bormotov, seorang ilmuwan di Institut Timur Jauh untuk Geofisika Tektonik di Khabarovsk Rusia.
Untuk mendukung klaim tersebut, ilmuwan telah menunjukkan berbagai gempa bumi besar baru-baru ini yang terjadi di seluruh dunia. Laporan tersebut hadir bersamaan dengan gempa susulan yang kembali menimpa Chile sebesar 7,2 skala richter pada hari Kamis (11/03).[ito]