inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Tren Seismik Picu Lebih Banyak Gempa Besar

Headline
en.rian.ru
Oleh: Syamsudin Prasetyo
Sabtu, 13 Maret 2010 | 20:04 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta - Bumi memasuki periode panjang peningkatan aktivitas seismik yang akan memicu lebih banyak gempa bumi besar beberapa tahun ke depan, sebuah laporan menyebutkan.

Laporan tersebut dipublikasikan oleh agensi berita Rusia RIA Novosti, yang menyebut wilayah di sekitar laut Pasifik sebagai titik potensial yang kemungkinan akan mengalami gempa bumi dan tsunami beberapa tahun ke depan.

Disebutkan, zona seismik Pasifik termasuk Rusia di teritorial Kamchatka dan Chukotka, negara bagian Amerika Serikat Alaska dan di sepanjang pantai negara-negara Amerika Selatan akan menghadapi aktivitas seismik yang muncul seiring dengan masa bumi memasuki periode lain dalam aktivitas tektonik.

Aktivitas seismik di lempeng Pasifik mengalami peningkatan dalam tahun-tahun terakhir yang berarti bumi memasuki periode lain dalam aktivitas tektonik. Prosesnya sangat panjang yang bisa memakan waktu tahunan, ujar Vladimir Bormotov, seorang ilmuwan di Institut Timur Jauh untuk Geofisika Tektonik di Khabarovsk Rusia.

Untuk mendukung klaim tersebut, ilmuwan telah menunjukkan berbagai gempa bumi besar baru-baru ini yang terjadi di seluruh dunia. Laporan tersebut hadir bersamaan dengan gempa susulan yang kembali menimpa Chile sebesar 7,2 skala richter pada hari Kamis (11/03).[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.