INILAH.COM, Jakarta - Polri menduga teroris yang tertembak mati di Leupang, Aceh adalah Encang Kurniawan alias Jaja, guru agama Imam Samudra, teroris yang telah dikeksekusi mati tahun lalu.
"Memang yang bersangkutan sedang kita identifikas dan dia adalah guru Imam Samudra, kita akan cek lebih dalam lagi agar tak ada kesimpang siuran informasi," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang dalam dialog 'Masih Ada Teroris' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu.
Edward mengatakan, berdasarkan keterangan dari rekan-rekan Jaja yang tertangkap hidup, Jaja merupkan salah satu yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait bom Kuningan dan bom di Kedutaan Besar Australia pada 2004 lalu.
"Dia juga terindikasi sebagai perekrut pelaku bom bunuh diri yang masih dicari. Mudah-mudahan secepatnya info kita dapat, tetapi kalau memang benar masuk DPO kita beri apresiasi kepada kepolisian disana," ujarnya.
Sementara mantan teroris pembajakan Woyla Umar Abduh mengatakan Jaja sejak tahun 2002 tugasnya adalah merekrut dan menyediakan tempat-tempat bersembunyi.
Jaja dan rekannya Pura, tewas dalam penyergapan yang dilakukan polisi di Aceh, Jumat kemarin. Para teroris ini dihadang saat menumpang mobil L 300 di jalan yang menghubungkan Meulaboh dan Banda Aceh.
Keduanya ditembak mati karena berusaha kabur dan menyerang petugas, sementara 8 orang lainnya ditangkap hidup. [win/wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !