Selasa, 29 Mei 2012 | 02:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SBY Diminta Rangkul Tokoh Islam Garis Keras
Headline
Presiden SBY - inilah.com/Wirasatria
Oleh:
web - Sabtu, 13 Maret 2010 | 16:40 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Mantan teroris Umar Abduh meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. untuk merangkul tokoh Islam garis keras, jika ingin tidak ada aksi terorisme.

" Selama ini, aksi penumpasan teroris yang selalu berakhir dengan ditembak matinya pentolan teroris dinilainya bisa menjadi pemicu aksi balas dendam yang lebih besar oleh kelompok teroris, kata Umar di jakarta, Sabtu.
Mneurut dia,pPsikologi teroris itu tidak kenal kata kalah atau menyerah. Mereka bukan didoktrin, tapi memegang sebuah ideologi. Kalau ada saudaranya yang meninggal, yang masih hidup pasti akan siap menggantikan.
Presiden, sebagai kepala pemerintahan, dinilainya belum melakukan tindakan halus yang merangkul kelompok-kelompok radikal. Ia mencontohkan penolakan SBY untuk bertemu dengan Amir Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Baasyir.
SBY menolak bertemu Abu Bakar Baasyir dan yang menemui Andi Mallarangeng, ini penghinaan. Harusnya dia tahu bagaimana cara merangkul.
"Membunuh bukan wujud demokrasi karena melanggar HAM. Dulu tidak ada yang ditembak mati. Ditembak kan bisa di tangan, kaki, tak perlu ditembak mati. Presiden harus gunakan cara-cara yang soft," kata mantan teroris pembajakan pesawat Woyla ini. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.