INILAH.COM, Jakarta - Mantan teroris Umar Abduh meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. untuk merangkul tokoh Islam garis keras, jika ingin tidak ada aksi terorisme.
" Selama ini, aksi penumpasan teroris yang selalu berakhir dengan ditembak matinya pentolan teroris dinilainya bisa menjadi pemicu aksi balas dendam yang lebih besar oleh kelompok teroris, kata Umar di jakarta, Sabtu.
Mneurut dia,pPsikologi teroris itu tidak kenal kata kalah atau menyerah. Mereka bukan didoktrin, tapi memegang sebuah ideologi. Kalau ada saudaranya yang meninggal, yang masih hidup pasti akan siap menggantikan.
Presiden, sebagai kepala pemerintahan, dinilainya belum melakukan tindakan halus yang merangkul kelompok-kelompok radikal. Ia mencontohkan penolakan SBY untuk bertemu dengan Amir Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Baasyir.
SBY menolak bertemu Abu Bakar Baasyir dan yang menemui Andi Mallarangeng, ini penghinaan. Harusnya dia tahu bagaimana cara merangkul.
"Membunuh bukan wujud demokrasi karena melanggar HAM. Dulu tidak ada yang ditembak mati. Ditembak kan bisa di tangan, kaki, tak perlu ditembak mati. Presiden harus gunakan cara-cara yang soft," kata mantan teroris pembajakan pesawat Woyla ini. [wdh]